Hobi mengoleksi diecast sudah terbukti bisa merangsang kreatifitas. Ambil contoh soal cara penyimpanan.

Mengingat langkanya item yang dimiliki, banyak kolektor yang menjaga “mobil” kesayangannya selalu berada di dalam kotak penyimpanan. Walaupun, tak sedikit pula yang lebih suka menyatukan beberapa diecast koleksinya ke dalam satu rak hingga menyerupai diorama. Masalah yang kemudian muncul, biasanya adalah masalah luas rak tersebut.

Khusus cara penyimpanan ini, ada dua cara yang umum diterapkan, seperti ditulis situs Diecast-Utopia.

Kreatif dengan Gaya “Tempat Parkir”

Menyusun mobil secara lurus dan menempatkan satu mobil di samping mobil lainnya bisa jadi sangat membosankan. Kita bisa lebih kreatif dengan memberikan “bumbu-bumbu.” Contohnya, parkir satu atau dua kendaraan dengan posisi berlawanan atau menyusun barisan diecast miring 60 derajat.

Cara tersebut memang akan mengurangi jatah “tempat parkir.” Tapi justru membuka lebih banyak sudut untuk menikmati “mobil-mobil” tersebut. Memiringkan roda atau membuka pintu juga bisa membuatnya lebih nyata. Karena hal-hal tersebut memang kerap dijumpai di tempat parkir sungguhan.

Menyusun Rapi Seperti “Showroom”

Nah, menyusun diecast dengan gaya showroom punya tantangan lebih. Pertama-tama, tema ini butuh luas rak yang cukup. Karena seperti kita tahu, showroom akan menata mobil yang dijualnya secara apik dengan sudut dan jarak tertentu agar terlihat menarik di mata konsumen.

Belum lagi, setiap showroom sungguhan punya standar sendiri soal tampilan secara global.

Sebelum mencapai tahap detail tersebut, persiapan bisa dimulai dengan penentuan tema. Entah itu mengelompokkan mobil dari brand yang beredar dalam kurun waktu tertentu hingga bisa membuat miniatur showroom resmi atau menjadi “importir umum” yang main dengan sportscar eksotis dari berbagai merek.

Kalau masih penasaran mengenai seluk-beluk dunia diecast, hadiri “Indonesia Diecast Expo” yang bakal digelar 7-8 November 2015 nanti di Kartika Expo – Balai Kartini, Jakarta.