Tahun 1973 bisnis Honda terbentuk di negeri ini. Pabrikan otomotif rintisan Soichiro Honda ini punya perwakilan korporasinya di Indonesia lewat keberadaan PT Prospect Motor yang mendistribusikan mobil-mobil Honda ke tangan konsumen.

Tahun demi tahun berjalan, PT Prospect Motor yang digawangi oleh pihak prinsipal Honda Motor Co Ltd akhirnya melebur menjadi satu tepat dua puluh tahun lalu menjadi PT Honda Prospect Motor. Kepemilikannya pun terbagi menjadi 51% milik Honda Motor Co Ltd dan 49% milik PT Prospect Motor.

Kali ini Honda ingin lebih serius mengembangkan bisnisnya di Indonesia, sejumlah langkah pun disiapkan. Investasi senilai Rp 4,2 triliun dikucurkan untuk pembuatan fasilitas produksi yang lebih memadai di Karawang, Jawa Barat.

Persiapan dan masa pembangunan pabrik selesai di tahun 2002, tahun 2003 PT Honda Prospect Motor memulai produksi pertamanya, yakni Honda Freed  dan diikuti dengan model Honda lainnya seperti Honda CR-V, Honda Stream dan Honda Jazz.

Seiring berjalannya waktu dan makin besarnya kebutuhan akan produksi mobil secara mandiri, PT Honda Prospect Motor kemudian menambah lagi fasilitas produksinya di wilayah yang sama pada 2012.  Dua tahun kemudian, di 2014, pabrik ini mulai beroperasi.

Saat ini kedua pabrik PT Honda Prospect Motor di Karawang tercatat melakukan aktivitas produksi untuk Honda Brio, Honda Mobilio, Honda BR-V, Honda Jazz, Honda HR-V dan Honda CR-V. Sepanjang perjalanannya, HPM juga telah meningkatkan kandungan lokal pada produksinya hingga mencapai 89% pada tahun 2019.

Kuota produksi fasilitas perakitan PT Honda Prospect Motor di Karawang 1 dan 2 kini mencapai 200.000 unit per tahun. Selain untuk memenuhi kebutuhan kendaraan dalam negeri, PT Honda Prospect Motor juga melakukan produksi untuk kebutuhan kendaraan di mancanegara, atau dengan kata lain ekspor.

Honda Freed jadi produk pertama bikinan Karawang yang dikirim ke Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam 2009 lalu. Diikuti dengan All New Honda Brio yang pada 26 Maret 2019 lalu telah dicanangkan untuk dikirim ke Vietnam dan Filipina dalam bentuk kemudi sisi kiri bertepatan dengan perayaan usia ke-20 PT Honda Prospect Motor di Indonesia.

Selain mengekspor kendaraan dalam bentuk utuh, PT Honda Prospect Motor juga melakukan aktivitas ekspor untuk komponen mesin buatannya. Ekspor komponen ini telah dilakukan sejak 1992 lalu saat masih beridentitas PT Prospect Motor ke berbagai negara di dunia. Diantaranya Jepang, Thailand, Malaysia, India, Pakistan, Filipina, Vietnam, Brazil, Argentina, Meksiko dan Taiwan.

Setiap tahunnya, kiriman komponen dari dalam ke luar negeri terus bertambah. Hal ini terindikasi dalam jumlah kemasan kontainer yang diekspor Honda lewat Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok setiap tahunnya. Di 2018 lalu, PT Honda Prospect Motor mencatat ada 10.000 kontainer komponen yang dikirim ke luar negeri dengan nominal sebesar Rp 3 triliun.

Masayuki Igarashi sebagai Chief Operating Officer for Regional Operations (Asia & Oceania) Honda Motor Co., Ltd. sekaligus President and CEO Asian Honda Motor Co., Ltd. mengatakan, Indonesia adalah pasar yang penting untuk bisnis Honda, dan Indonesia juga telah menjadi kontributor utama dalam penjualan Honda di wilayah Asia dan Oceania. Untuk mewujudkan komitmen kami terhadap pasar Indonesia, kami telah meningkatkan investasi melalui pembangunan berbagai fasilitas serta memproduksi beberapa model yang dikembangkan khusus untuk konsumen Indonesia.

Sementara itu, Takehiro Watanabe sebagai President Director PT Honda Prospect Motor mengatakan, selama 20 tahun, HPM terus berusaha menjadi perusahaan yang diinginkan kehadirannya oleh masyarakat Indonesia. Indonesia adalah salah satu contoh ideal yang menggambarkan kebijakan produksi Honda, yakni ‘melakukan produksi dimana terdapat permintaan, dengan mengoptimalkan sumber daya lokal’. Kami percaya bisnis Honda di Indonesia akan terus membawa kontribusi positif terhadap industri dan masyarakat di negara ini.

Baik dalam bentuk kendaraan utuh maupun komponen, PT Honda Prospect Motor selama dua dekade telah membuktikan kinerjanya dalam melahirkan produk dan komponen yang memiliki daya saing dan dapat diterima oleh pasar internasional. Adalah hal yang patut dibanggakan, sebuah produk anak negeri bikinan Karawang untuk dunia.