Sebanyak 200 karya custom buah kreasi tangan-tangan kreatif asal Solo, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Purwokerto, Jakarta dan Bandung menjadi magnet bagai ribuan pengunjung gelaran Burnout #2 yang diselenggarakan di Kawasan Sentra Niaga, Solo (3/9). Tidak hanya produk custom, mereka juga dimanjakan oleh penampilan motor dan mobil klasik yang memiliki nilai sejarah.

“Event BURNOUT ini dibuat atas dasar kecintaan kami, pecinta custom culture yang berdomisili di kota Solo. Semakin banyaknya karya-karya custom yang terus bermunculan membuat kami berinisiatif untuk membentuk sebuah wadah event custom khas Solo,” jelas Eko Sutanto, panitia event BURNOUT.

Burnout-Solo-1

Selain memajang beragam karma builder-builder ternama, ajang yang diawali dengan city rolling melalui jalan-jalan protokol di kota Solo ini juga memamerkan produk-produk apparel dari Rich Richie Garage, Trooper, Bull Syndicate, hingga Pickers Store. Sementara artis yang mewakili segmen pistripe adalah  Danny Hacka, sementara komunitas Belajar Menulis sengaja datang untuk berbagi ilmu tentang lettering dan kaligrafi.

Burnout-Solo

Burnout #2 turut diramaikan oleh komunitas-komunitas seperti Iron Buffalo MACI Solo, Angel Brother, Mods Squad, Solo Street Cub Community, Solo Vintage Trail, Kustomfest, Hotrodiningrat, Solo American Jeep, Holden Owner Surakarta, Solo Volkswagen, Solo Fiat Club, ISSO, Solo Tattoo Solidarity dan komunitas sepeda Bengawan Lowrider.

“Kami berharap acara BURNOUT dapat menarik lebih banyak lagi peminat custom culture dan juga menyatukan komunitas serta pecinta mobil motor klasik custom di kota Solo sesuai dengan tema acara ini,” tutup Eko.