Ferrari California T copy

Setelah resmi mengaspal di Indonesia, Ferrari California T akhirnya berlabuh juga di negara gajah putih, Thailand, kemarin (18/06). Sang importir resmi Ferrari di negara tersebut, Cavallino Motors, mengklaim bahwa line up terbaru dari supercar asal Italy ini masih mengagungkan karakter elegance, sportiness, versatility, dan exclusivity, yang juga dipunya oleh seluruh line up California sejak 1950-an.

Dan menurut klaim pabrikan, kendaraan ini dibangun dengan mengadopsi desain dari Ferrari FF, 458 Italia dan F12 Berlinetta. Perpaduan dua desain itulah yang membuat Ferrari California teranyar ini semakin tegas dan agresif.

“California T merupakan sebuah inovasi kendaraan yang akan membawa konsumen kami untuk menemukan kesenangan berkendara saat berada di balik stir-nya, tapi yang paling penting, kendaraan berjenis Grand Tourer ini sangat nyaman untuk dikendarai setiap hari. Dan kami sangat yakin bahwa California T ini bisa diterima di Thailand,” ujar Nandhamalee Bhirombhakdi, Managing director Cavallino Motors.

Sama seperti di Indonesia, tenaga dibalik kap Ferrari California T ini dibekali mesin berkapasitas 3.855cc turbocharged yang dikawinkan dengan sistem transmisi tujuh percepatan dual-clutch. Mesin ini diklaim sanggup menyemburkan tenaga sebesar 560 horse power dan torsi 755Nm yang disalurkan ke roda belakang sebagai penggeraknya.

Nama T yang ada pada California T merupakan inisial dari fitur turbocharger sebab supercar ini mengusung sepasang turbocharger di balik kap mesinnya. Adanya turbo membuat tenaga supercar ini melonjak 70hp dibandingkan dengan Ferrari California versi standar yang mengusung mesin V8 berkapasitas 4,3 liter.

Dengan spesifikasi mesin yang diusungnya, California T sanggup berakselerasi dari kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu 3,6 detik dan memiliki kecepatan maksimal hingga 316 km/jam.

“Meskipun memakai turbo, power dari California T dapat disetel secara manual oleh pengemudi, dan segmentasi dari kendaraan ini adalah para penggunaan daily use,” imbuh Nandhamalee.

source: komarjohari.wordpress.com