Junichi Shimodaira Paradise Road 4

Eksentrik dan periang  adalah kesan yang melekat saat kita berhadapan dengan seorang Junichi Shimodaira. Pada perhelatan The 23rd Yokohama Hot Rod Custom Show beberapa waktu lalu, sesosok mobil beraliran Hot Rod dengan nuansa warna yang meriah cukup menarik ribuan mata pengunjung.

Ya, Junichi San memang bukan orang baru di kalangan custom builder Jepang maupun dunia. Keberanian dan keunikannya dalam merancang sebuah tunggangan berwujud radikal dan eksentrik memang sudah menjadi ciri khasnya. Pria kelahiran Seto, Aichi 20 Mei 1960 yang menyukai segala jenis musik ini memang cukup dipandang namanya.

Junichi Shimodaira Paradise Road 3

Mirip dengan Shiro Nakajima dari 46Works yang juga disambangi oleh kru TheGasPolCom lainnya. Para builder Jepang ini lebih suka memilih alam pedesaan dimana workshop mereka terletak di tepi sawah.

Workshop sekaligus toko parts dan aksesoris custom yang dinamakan Paradise Road terletak di kota Seto, Aichi ini, bisa dicapai dalam satu jam perjalanan dari kota Nagoya. Namun lantaran GPS tak bisa mendeteksi letaknya secara akurat. Akhirnya kami yang didampingi seorang rekan asal Jepang langsung menelpon Junichi. Tak ayal kami baru sampai ke Paradise Road saat matahari telah tenggelam.

Well, berikut hasil pembicaraan TheGasPolCom dengan Junichi Shimodaira.

Junichi Shimodaira Paradise Road 6

Kapan Anda mulai menjalankan bisnis ini?

Saya ingat, itu tahun 1987. Awalnya hanya menjajakan parts dan aksesoris untuk keperluan modifikasi di garasi rumah. Namun saat bisnis mulai berjalan dan kian maju,  lima tahun kemudian saya membeli sebuah gudang besar sebagai garasi.

Nah, saat tempat baru mulai digunakan. Apa yang Anda lakukan?

Layaknya bengkel umum, semua kami lakukan di sini. Mulai dari perbaikan mesin hingga perbaikan bodi. Pokoknya masih bersifat lazimnya sebuah bengkel. Namun di sela-sela itu saya juga sudah memulai bermain custom. Saya mulai belajar memperbaiki dan memodifikasi mobil tua. Saat itu lebih banyak ubahan kaki-kaki, transmisi, casis dan engine swap.

Junichi Shimodaira Paradise Road 7

Lho, padahal kami melihat ada beberapa body parts yang Anda buat? Mengapa Anda sebut cuma modifikasi kaki-kaki, chassis, mesin dan transmisi?

Yup, saya memang mengerjakan sebagian besar body works. Namun saat prose’s itu sudah berjalan 80%, saya kirim mobil semi jadi itu ke bengkel teman saya untuk proses finishing dan pengecatan.

Oh ya, apa mobil yang pertamakali Anda modifikasi?

Yes, Cehvrolet El Camino 1976. Waktu itu saya racik sebuah tunggangan low rider dengan cat modifikasi cat serta interior ala Mexican lowrider.

Junichi Shimodaira Paradise Road 2

Jadi sejak awal sudah jelas Anda memilih sebagai spesialis aliran low rider?

No..no.. Saya suka semua bentuk car hobbies. Mulai dari Old Japanese, European Racing dan semua bentuk auto culture. Saat ini mungkin California Style yang sedang saya gandrungi. Tak hanya low rider, saya juga suka gaya tahun 50an dan 60an.

Apa yang menjadi ciri karya Anda?

Tentu saya punya gaya sendiri. Seperti cat yang disisipi bentuk daun marijuana. Lalu pemakaian air suspension, pokoknya 100% low riding looks. Bisa juga disebut California, ya California Looks. Untuk Hot Rod juga saya suka mencampur gaya. Dan  semua ini inspired dari gaya custom 50 – 60an. Dimana harus rendah dan pengendaranya orang-orang memakai baju gaya east coast dan midwest.

Junichi Shimodaira Paradise Road 5

Mana lebih sulit? Membangun low rider atau hot rod?

Tingkat kesulitan membuat semua mobil ini sama. Saya tak tahu bedanya, buat saya paling sulit adalah proses metal works. Hot rod, custom, chopper, low rider semua sama. Skill dan knowledge sangat diperlukan. Pengetahuan casis dan mesin tak terlalu penting jadinya dibanding body works.

By the way, mengapa tempat ini dinamakan Paradise Road?

Haha.. nama ini diambil film tahun 70-an berjudul American Graffiti. Dimana ada adegan drag race di jalur dua arah yang dinamakan Paradise Road.

Junichi Shimodaira Paradise Road 8

Anda sebagai pionir aliran low rider di Jepang. Bagaimana awalnya menularkan trend ini?

Sebelum tahun 80-an, saya pikir tak ada orang Jepang yang tahu low rider culture dan style. Setelah tahun ‘82 hinga ‘85 beberapa acara TV mulai menyiarkan tayangan film yang disusupi mobil  low rider,  lalu videoklip musik dan sebagainya. Mereka mulai mengenal gaya ini.

Apakah Anda punya filosofi dalam membuat sebuah karya?

Saya akan membuat hasil yang terbaik dari parts terbaik. Baik mobil maupun motor yang saya buat, inspirasi bentuk bisa saya dapatkan dari semua benda seni. Desain bangunan hingga vas bunga pun bisa saya contek bentuknya. Apa yang saya lihat bisa menjadi ilham.

Junichi Shimodaira Paradise Road 1

Apa mobil dan motor pertama kali yang Anda miliki?

Pertamakali memiliki SIM, saya beli Nissan skyline 1974. Saat itu sedang trend aliran Bosozoku dimana semua mobil dimodifikasi dengan aneh. Saya ingat saat itu tahun 1978, dimana ada dua aliran saja. pemilik mobil normal dan aliran Bosozouku yang kental dengan nuansa motorsport racing dimana berisi perkelahian, balap dan perempuan. Nah, sepeda motor pertama adalah Honda Monkey. Saat itu sangat popular, masih dalam era Bosozoku dimana dengan motor kecil Anda berusaha memasang muka sangar. Hahaha..lucu sekali saat

Melihat gaya Anda, apakah Anda pernah sekolah seni?

Haha..saya tak lulus sekolah. Saya drop out saat SMA. Karena di Jepang sangat ketat dalam peraturan izin mengemudi. Saya pernah tabrakan dengan Monkey, dan sekolah menawarkan, apakah ma uterus naik motor atau pilih sekolah? Mereka tawarkan untuk tetap sekolah atau keluar. Saya pilih keluar! Haha..alhasil saya ambil kerja di SPBU.

Well, adakah pesan Anda untuk orang yang ingin terjun ke dunia custom?

Ini adalah sekadar hobi. Jadi jangan nervous dan tak sabar saat ingin membuat dan mengendarainya. Just make it fun.