SHELL-Road-Safety-Competition-2014---2

Berkaca dari pentingya penggunaan DRL untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, PT Shell Indonesia secara resmi meluncurkan implementasi Daytime Running Lights Policy di Jakarta, Rabu (17/12),. Kebijakan ini akan diterapkan pada semua kendaraan/truk distribusi bahan bakar yang beroperasi di wilayah Indonesia.

Peluncuran kebijakan DRL ini dilakukan oleh Iip Sufriza, Downstream Road Safety & Corporate HSSE Manager PT Shell Indonesia  didampingi oleh Ahmad Yani, Kasubdit Promosi dan Kemitraan Keselamatan Direktorat Keselamatan Transportasi Darat , Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat yang mewakili Direktur Keselamatan Transportasi Darat Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan;  dan Kombes Pol Drs Pujiono Dulrahman, MH., Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat, Korps Lalu Lintas POLRI bersamaan dengan peresmian “Shell Road Safety Competition (RSC) 2014” yang berlangsung di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah.

DRL atau Lampu Terang Hari merupakan perangkat penerangan pada kendaraan yang dipasang di kedua lampu utama kendaraan. Lampu ini biasanya berwarna putih, kuning atau amber dengan fungsi utama meningkatkan pengenalan kendaraan oleh pengguna jalan lain. Para peneliti menemukan bahwa penggunaan DRL dapat mengurangi frekuensi kecelakaan kendaraan antara 5 dan 35 persen tergantung dari lokasi penggunaan running light. DRL dinilai tak hanya meningkatkan kemampuan visibilitas (deteksi) tetapi juga kemampuan waktu reaksi dan menduga estimasi kecepatan dan jarak.

Saat ini, kewajiban menyalakan lampu kendaraan di siang hari atau DRL masih terletak pada pengemudi motor saja. Hal ini sesuai ketentuan yang terdapat pada pasal 107 , Undang-Undang No.22 Tahun 2009  tentang “ Lalu Lintas dan Angkutan Jalan”. Kombes Pol Drs Pujiono Dulrahman, MH., Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat, Korps Lalu Lintas POLRI  mengatakan bahwa meski aturan menyalakan Lampu Terang Hari (DRL) belum diberlakukan pada kendaraan roda empat, tetapi pihaknya menyambut baik inisiatif Shell Indonesia untuk memulai kebijakan ini pada armada/truk distribusi bahan bakarnya yang beroperasi di seluruh Indonesia.

“Kami berharap ini bisa membantu menekan angka kecelakaan kendaraan di jalan raya,” jelas Pujiono.  Korlantas Polri pun lantas membeberkan angka kecelakaan akibat truk mencapai 4,222 dalam enam bulan terakhir tahun ini. Atau naik dari enam bulan pertama tahun ini yaitu 3, 832.

“Kami mengharapkan penerapan kebijakan menyalakan lampu terang hari (DRL) yang dilakukan pada seluruh kendaraan/truk distribusi bahan bakar kami yang beroperasi di Indonesia  dapat ikut menekan angka kecelakaan kendaraan di jalan. Dan untuk  menerapkan kebijakan DRL ini, kami telah melakukan konsultasi dan mendapatkan dukungan positif dari pihak pemerintah dalam hal ini Direktorat Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan,” ungkap Menurut   Country Chairman and President Director PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi, seperti dikutip dari rilis resminya.

Teknologi DRL dikembangkan pada pertengahan abad ke-20 dan baru dipakai 10 tahun kemudian oleh Finlandia sebagai negara pertama yang melakukan instalasi DRL pada kendaraan di tahun 1972. Selanjutnya Swedia dalam kurun waktu lima tahun setelah Finlandia. Disusul dengan  negara lain pada tahun 1990-an seperti Denmark, Hungaria, Kanada, terutama adalah di negara yang memiliki sinar matahari kurang di siang hari dibandingkan negara katulistiwa. Shell senantiasa mengikuti aturan penerapan DRL di wilayah operasionalnya di seluruh dunia termasuk di Indonesia.