Bicara tentang Hyundai hari ini, adalah bicara tentang semua hal yang berbau desain. Well, Anda bisa melihatnya sendiri. Bagaimana wujud brand Korea ini sudah ke-Eropa-Eropaan. Ya, semua ini memang berkat hadirnya chief designer Hyundai yang notabene juga bekerja di KIA Motors. Ya dialah Peter Schreyer. Pria yang berpengalaman merancang VW dan Audi.

Hyundai-i10-a

Ok, mari kita bahas city car terbaru mereka yang rilis tahun 2014 lalu bersamaan dengan demam Piala Dunia. Kami ingat sekali kala itu Hyundai yang menjadi sponsor resmi World Cup 2014 sangat menggadang-gadangkan sepak bola pada semua materi promosi mereka. Malah bagi kami, promosi sepak bolanya justru lebih kuat, seolah menenggelamkan tujuan mereka untuk mengangkat varian baru i10 yang Nampak cute ini.

Hyundai-i10-h

Khusus untuk i10 ini, desainer asal Jerman, Thomas Buerkle. dipercaya untuk meraciknya. “We want to combine European design with successful elements from the past and Korean cultural values.” Untuk mewujudkan produk-produk Kore ini, para desainer Eropa memang harus taat pada pedoman K-factor. Ini  adalah pegangan dari direksi yang harus dijalankan Buerkle. sang desainer jebolan BMW ini, “Ini adalah aplikasi dari kontur lekukan kuat dari kuil di Korea dan harus memiliki pengaruh dari yin yang bendera Korea,” ujar Buerkle.

Hyundai-i10-i

Di saat brand lain yang bermain di kelas city car menciptakan bentuk-bentuk ajaib dan spektakuler. i10 malah tampil sederhana dengan guratan desain mapan ala Eropa.  Desain grill hexagonal yang menjadi ciri khas produk global Hyundai saat ini diterapkan. Multi Focus reflector Head Lamp yang aagak mirip dengan bentuk VW Polo terbaru juga menambah kesan modern . Daytime running Lights (DRL) di bawah fog lamp juga menjadi bagian penting yang mengikuti standart mobil modern saat ini.  Lalu penggunaan velg alloy 14″ bermodel akar ala Santa Fe. sporty dan dinamis. Untuk hal yang satu ini, Hyundai Grand i10 mengadopsi konsep desain Fluidic Sculpture.

Hyundai-i10-c

PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) kini sudah bisa membusungkan dada.  Kualitas kendaraan yang diniagakan memang makin tinggi. Hyundai Grand i10 sendiri di benua Eropa. Sertifikasi rating keselamatan empat bintang dari Euro NCAP yang dilakukan Mei 2014 lalu memang bisa menjadi jaminan mutu.

Hyundai-i10-e

FYI: Grand i10 sejak lahir memang diproyeksikan untuk pasar Eropa. Tak heran bila seorang Thomas Buerkle menjejali banyak fitur unggul. Di pasar Indonesia sendiri, Hyundai menghadirkan tiga varian Grand i10, yaitu GL M/T, GLS M/T, dan GLS A/T.

Hyundai-i10-g

Well, bukan rahasia lagi, brand Korea bila ingin bertempur dengan kompetitornya dari Jepang memang harus memberikan hal-hal yang lebih advanced. Untuk i10, mesin Kappa 1.25 MPI D-CVVT berkapasitas 1250 cc dengan tenaga 87 daya kuda serta torsi 120 Nm menjadi modal mereka untuk bertempur di kelas city car. Tenaga sebesar itu kemudian disalurkan melalui transmisi 5-speed manual atau 4-speed automatic dengan Shiftronic. Irit, ya inilah hal pertama yang kami rasakan.

Hyundai-i10-f

Nah, apa yang membuat mereka menadapat tempat terhormat di Euro NCAP adalah driver’s side airbag, ABS, speed sensing door lock, dan Hyundai Reinforced Body Structure (HRBS). Hmmm…  Urusan kenyamanan, Grand i10 dilengkapi Multi Media Head Unit dengan monitor layar-sentuh, internet, Bluetooth, DVD player, CD player, koneksi 3G dan GPS.

Hyundai-i10-b

I10 dilepas dengan enam pilihan warna atraktif, dengan bandero Rp 139,9 juta hingga Rp 181,9 juta. Dimana angka ini kami anggap masih wajar untuk sebuah mobil berkapasitas mesin 1200cc dengan segenap teknologi yang ditawarkan. Akhirnya, i10 bagi kami bagaikan Hamburger yang berisi Kimchi. Dimana tampilan dan kualitas setara Jerman, namun tetap tak lepas dari ciri Korea.