Alkisah sekitar enam tahun yang lalu, ada seorang pemuda yang bernama Katsu datang ke workshop Suicide Customs di kota Anjo City– Nagoya, Jepang. Dengan wajah lesu dan terbersit raut kekecewaan, pemuda yang tinggal tak jauh dari bengkel yang digawangi Koichi Sakaguhi alias Koh ini mulai membeberkan keluhannya. “Koh, saya ingin mengubah motor ini menjadi lebih tampan dan mudah dikendarai,” ujar pemuda berusia 30-an tahun ini.

Saat thegaspol.com berkunjung ke bengkel yang terletak di salah satu sisi taman kota ini, Koh langsung menceritakan kondisi motor Katsu saat itu. “Bentuk motornya kurang sempurna dan leher setang (neck tube) retak,” ujar Koh.

Modifikasi-Harley-Davidson-3

Motor yang dibeli Katsu ini memang kacau gayanya. “Mungkin builder sebelumnya tak pernah belajar geometri rangka dan hitungan sudut ‘trail’. Tak heran bila motor ini sangat berat dikendalikan,” ucap Koh sambil terkekeh.

Katsu memang pecinta berat Swedish Style yang ciri-cirinya adalah fork depan yang panjang. Walau kenyataannya di Jepang bakal sulit mengendarai motor seperti itu. Dari situ Koh mulai menggusur fork lama dengan produk Tolle dari Swedia. “Saya racik ulang frame-nya. Sejurus dengan itu, swing-arm belakang juga saya buat di mesin CNC saya,” ujar pria yang tubuhnya penuh tato ini.

Modifikasi-Harley-Davidson-1

Ketika frame sudah dirakit ulang dan naik ke meja jig frame, Koh mulai memikirkan parts dan aksesoris apa yang ingin dicantumkan ke motor itu. “ Saya mulai dengan pemasangan triple tree lansiran Goldammer Cycle, lalu pemasangan velg depan 21’ dan belakang 18” buatan TTS. Kemudian suspensi udara berlabel Legend,” beber Koh.

Jadi barang-barang yang dipesan khusus dari Eropa dan Amerika dipasang terlebih dahulu. Sisanya adalah kerajinan tangan Suicide Customs yang mendominasi tampilan. “Setang, grill lampu depan dan belakang, tuas kopling dan rem, pijakan kaki serta rocker cover, cam cover, pushrod cover, sprocket cover yang kami racik dari bahan billet,” tuturnya.

Modifikasi-Harley-Davidson-5

Nah, perkara mesin. Bawaan motor lama yang memakai Harley-Davidson Twincam 88 masih dipertahankan. Untuk transmisi dipilih Baker right side drive yang cover luarnya didesain langsung oleh Koh. Lalu pemindahan gigi dilayani oleh electric shifter produk Pingle yang lever rasionya dimodif sedikit. Kopling hidrolis juga diracik sendiri dan terakhir, sprotor dipilih lansiran Kustom Tech.

Oh ya, untuk tangki, spakbor dan jok. Koh memiliki cerita sendiri. “Setelah tangki dan spakbor saya buat, Katsu memintanya untuk melabur warna hitam namun harus ada sedikit permainan ‘tricky paint’. Dimana warna cat bisa berubah-ubah seperti bunglon dan di bawah vernis nampak motif kulit ular. Dan ya, jok kita pilih dari reptil yang cukup sulit mencarinya”. Untuk urusan pengecatan ini koh langsung melemparnya ke Victory Custom Paint di kota Saitama yang sudah sohor itu.

Modifikasi-Harley-Davidson-6

Untuk pembangunan motor ini, waktu yang dihabiskan memang cukup fantastis. “Empat tahun kami bangun motor ini. Katsu memang tak teburu-buru, toh dia suka nongkrong di sini dan senang memperhatikan proses pembuatan motor lainnya.Dan Padahal kalau saya beli jadi semua parts dan aksesoris itu di Eropa maupun Amerika, bisa saja waktunya jauh lebih cepat. Namun Katsu menilai, hasil otentik dari Suicide Customs lah yang dituju,” tambah Koh.

Well, ketika motor sudah berdiri dengan anggunnya. Katsu dengan semangat ingin membawa motornya ke Swedia untuk ikut salah satu custom show di negeri Skandinavia itu. Good Luck bro!