Sukses yang diraih oleh frontman band NAIF ini tidak datang secara instan. Merintis karir sejak di bangku kuliah, bareng Jarwo, Emil, dan Pepeng, “David” Bayu Danang Jaya dan bandnya hingga saat ini telah merilis 10 album dan berkibar di ranah musik dalam negeri. Segudang kesibukannya dalam bermusik tidak membuat pria kelahiran Solo 29 Agustus 1976 ini berpuas diri. Bersama Yudi Febriantono, David sepakat untuk membangun bisnis baru, motorcycle clothing, sesuai dengan hobi dan passionnya terhadap sepeda motor klasik. Yang unik, orientasi bisnis ini tidak hanya pada keuntungan semata. Di Union Well, keduanya sependapat untuk membangun dan mengembangkan talenta-talenta muda dalam kultur yang sama. Simak penuturan David seputar hobi, bisnis dan niat mulianya berikut ini.

David-Bayu-2

Hai David, lagi sibuk apa sekarang?

Selain manggung-manggung, sekarang saya lagi sering bolak-balik Jakarta – Bandung ngurusin ini nih.. Union Well.

David-Bayu-4

Ok. Langsung ngomongin bisnis baru kamu ya. Kan banyak tuh artis-artis yang aji mumpung. Maksudnya adalah memanfaatkan ketenarannya untuk ngembangin bisnis. Bagaimana dengan kamu?

Oh bukan.. Enggak kayak gitu. Ini sebenarnya adalah passion saya yang lain di luar musik, desain. Kalau passion saya dalam bidang desain sudah diterapkan pada fashion di band (NAIF), maka ini adalah passion saya dalam mendesain sesuatu yang berhubungan dengan sepeda motor.

David-Bayu-3

Lalu?

Di sini, kami memutuskan untuk mencari orang-orang yang kompeten di bidangnya, punya bakat dan mau untuk terus berkarya. Alih-alih profit, justru sekarang hal-hal tersebut yang jadi tujuan kita. Kita mencari orang yang punya spirit yang sama kayak kita dan dijadiin satu di kita. Kita kembangkan lagi talentanya dia. Istilahnya kita jadi wadahnya sambil kita arahkan.

David-Bayu-6

Alasannya apa?

Kita yakin kalau bakat atau talenta itu akan hilang kalau enggak dipakai, enggak diasah. Ujung-ujungnya kita bikin ini ya itu tadi, bukan untuk keuntungan pribadi. Tapi memang untuk menampung semua bakat dan talenta serta menyalurkannya di media yang tepat.

David-Bayu-1

Jadi mirip sekolah dong?

Iya betul. Di sini kita juga belajarnya bersama-sama. Makanya tempat ini kita jadiin kelas. Saya sama partner saya ini termasuk orang yang mengusung paradigma baru di scene ini. Makanya kita bikin bisnis enggak nyari duitnya duluan. Memang sih, uang penting, namun bukan tujuan utama. Bukan itu yang kita cari.

David-Bayu-7

Memang tujuan awalnya seperti itu?

Dulu waktu bisnis ini baru mulai, saya sering berkhayal kalau tempat ini nanti punya kelas-kelas tersendiri buat mengembangkan bakat-bakat dan talenta-talenta muda. Jadi ya kita wujudin deh sekarang dengan menggandeng beberapa teman yang kita liat punya potensi. Kayak teman-teman yang suka art dan gambar, kita bikinin studio lettering dan pinstriping. Teman-teman yang suka kopi kita bikinin coffee shop. Teman-teman yang suka dandanin orang, di sini ada barbershop, yang punya selera bagus dalam soal desain sepatu sampai yang handal di soal kerajinan kulit juga kita gandeng bareng-bareng. Kita belajar bareng dan besar bareng di sini. Jadi, Union Well itu bisa jadi pondasinya sebelum mereka berkembang.

David-Bayu-9

Tujuannya mulia juga ya?

Bikin segala sesuatu itu memang harus ada tujuan. Tujuan kita yang paling ngehe itu adalah saya ingin bisa mengembangkan bakat semua orang yang ada di sini, sebanyak-banyaknya. Contohnya saya mau anak-anak coffee shop di sini bisa punya gerai kopi sendiri yang besar dan ngetop, Saya ingin pengrajin kulit di sini bisa punya perusahaan kulit sendiri yang bisa mengekspor produknya. Intinya saya mau mengembangkan produk lokal deh..

David-Bayu-11

Untuk scene-nya sendiri seperti apa?

Memang pas banget trendnya lagi yang kayak gini, lebih fashionable. Kalau dulu kan anak motor identiknya sama baju hitam-hitam, dompet kulit pakai rantai panjang. Nah, sekarang mereka sudah lebih mengerti fashion. Pakai sepatu skate, naik motor klasik, lengkap dengan pomade. Terus attitude-nya juga beda sama scene motor jaman dulu, lebih guyub.

David-Bayu-12

Kenapa berbeda?

Soalnya kalau menurut generasi sekarang sih enggak ada lagi tuh yang namanya bendera atau warna tertentu. Semuanya disatukan sama fashion dan attitude, tidak ada pengkotak-kotakkan. Yah, kurang lebih sama seperti yang diterapkan di NAIF. Tidak ada penggolongan atau pengkotak-kotakkan genre musik. Semuanya sama saja. Yang penting jangan pernah merasa lebih dari orang lain. Kalau kamu merasa lebih, berarti kamu menganggap rendah yang lain. Jadi jangan main di sini.. Hahahaaa..

David-Bayu-18

Bagaimana ceritanya kamu bisa bareng sama Yudi di Union Well?

Dari awal saya sama Yudi sudah tahu karakter brand yang akan kita bentuk. Jadi enggak usah pakai ngomong lagi. Langsung jalan saja. Sejak dulu saya berkeinginan untuk punya brand sendiri. Nah, setelah ketemu Yudi di Hard Rock Bali, keputusan saya langsung bulat. Karena saya merasa tidak sanggup untuk mengurus brand ini sendiri, makanya saya gandeng Yudi. Nge-brand ini sama kayak nge-band. Sama-sama butuh orang lain, enggak bisa dikerjakan sendirian.

David-Bayu-8

Kita lihat di sini banyak motor-motor Royal Enfield. Sebenarnya hubungan kamu dengan Royal Enfield bagaimana?

Dulu awalnya pemilik brand Royal Enfield adalah konsumennya Union Well. Nah beliau dulu sering banget belanja di kita, kayaknya suka banget sama desain kita. Sejak saat itu hubungan kita makin dekat hingga akhirnya kita sempat riding bareng merasakan bagaimana asiknya naik motor Royal Enfield. Akhirnya setelah ditawarkan jadi brand ambassador Royal Enfield, langsung saja saya sikat. Soalnya di sini saya enggak hanya represent Royal Enfield saja, tapi juga represent Union Well. Soalnya produknya juga masih berhubungan.

David-Bayu-20

Sejak dulu kita pertama ketemu, kamu sudah pakai BMW R25. Memang suka banget motor klasik?

Sama motor klasik sih saya enggak terlalu mendalami banget. Enggak terlalu mengerti detail soal motornya. Saya itu penikmat keindahan motor klasik. Jadi kayaknya saya mewakili anak-anak yang pengen gaya dan ngambil fashionnya doang. Hahahaaaa..

David-Bayu-17

Menurut kamu apakah scene ini akan bertahan lama atau hanya sekedar trend belaka?

Scene ini menurut saya longlasting sih. Beda banget sama dulu. Soalnya yang sekarang sudah enggak ada gap lagi, makin nge-blend.

David-Bayu-16

Terakhir, apa pesan kamu untuk anak-anak muda yang ingin berbisnis seperti ini?

Berani bikin sesuatu yang memang dari dalam diri kamu. Rasa itulah yang akan membedakan kamu sama orang lain. Jangan takut beda. So, do what you love and love what you do.