2012 silam, internet dihebohkan dengan beredarnya foto Ferrari Enzo edisi spesial senilai lebih dari 1 juta Pounsterling ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya di sebuah tempat parkir di Dubai. Foto tersebut memilukan banyak orang mengingat kondisi supercar itu yang mengenaskan. Tiga tahun berselang, ternyata jumlah kendaraan mewah dengan nasib serupa semakin banyak.

Menurut laporan laman ekonomi Business Insider, pada tahun 2014 saja terdapat lebih dari 3.000 unit supercar yang ditinggalkan pemiliknya. Tempat parkir bandar udara menjadi lokasi favorit. Lainnya bisa ditemukan di lapangan parkir apartemen atau mall.

Siapa pelakunya? Banyak laporan yang menyebutkan bahwa mobil-mobil mewah tersebut dulunya milik para ekspat dari luar negeri yang menjalani bisnisnya di Dubai. Umumnya mereka terlilit hutang dalam jumlah fantastis hingga lebih memilih untuk melarikan diri.

Walau begitu, banyak juga warga negara Dubai yang terkena dampak krisis ekonomi global melakukan hal yang sama. Ketimbang mereka harus mengahadapi Hukum Syariah, mereka lebih memilih untuk memulai hidup baru di luar negeri. Padahal, begitu seseorang terbukti melarikan diri dari hutang-hutannya, pemerintah Dubai langsung memasukkan namanya ke Interpol.

Polisi akan mengeluarkan tilang saat mengetahui mobil itu ditinggalkan pemiliknya. Jika selama lima belas hari pemilik tidak juga menyelesaikannya, mobil itu akan disita. Jika tak ada juga yang mengambil, maka nasib mobil-mobil itu akan berakhir di pelelangan.