Mungkin nama Suzuki GSX1300R tak begitu familiar di telinga Anda. Namun bila kami sebutkan Hayabusa, siapapun Anda yang passion di dunia otomotif roda dua pasti paham betul dengan ikon sepeda motor tercepat ini.

Legenda kecepatan ini lahir di periode dimana semua pabrikan berusaha menciptakan sepeda motor tercepat di dunia. Kedigdayaan Kawasaki lewat Ninja ZZR1100 yang bertahta sejak 1990-1997 dengan rekor kecepatan 282 km/jam. Hingga kemudian hadir di tahun 1997 Honda CBR100XX Super Blackbird yang menembus angka 287,3 km/jam. Nah, Suzuki tak ingin kalah pamor dalam pertarungan ini. Di tahun 1999, lewat tangan Koji Yoshiura yang dipercaya sebagai chief designer, Hayabusa mulai dirancang. Hingga akhirnya di sirkuit Catalunya, Spanyol motor ini dilansir di depan insan pers seluruh dunia.

Modifikasi-Motor-Suzuki-Hayabusha-7

Kuda besi yang dibekali mesin 4 silinder segaris, 1299cc DOHC 16-Valve ini benar-benar sukses mendobrak rekor Super Blackbird. Lesatan 312 km/jam bisa diraih dalam kisaran waktu 19 detik saja. Dan akselerasi 0 – 100 km/jam direngkuh dalam 2.77 detik.

Nah, nama Hayabusa sendiri diambil dari sejenis burung elang yang mampu mencapai kecepatan terbang dan menukik hingga melebihi 322 km / jam. Memang jelas sekali penamaan motor ini secara tidak langsung ada kaitannya dengan saingannya – Honda CBR1100XX Super Blackbird.

Modifikasi-Motor-Suzuki-Hayabusha-2

Persaingan di segmen hypersport semakin ketat. karena kompetisi kecepatan yang mulai dilakukan pabrikan, membuat Negara-negara Eropa mulai khawatir. Apalagi di tahun 2000 ada rumor Kawasaki Ninja ZX-12R akan hadir dengan kekuatan yang lebih besar. Wajar bila negara Eropa mulai meredam perang kecepatan ini dengan memberlakukan kesepakatan informal antara pabrikan Jepang dan Eropa untuk mengatur kecepatan tertinggi sepeda motor mereka pada batas yang wajar. Untuk perjanjian kecepatan dalam mil per jam secara konsisten 186 mph atau sekitar 300 km/jam.

Tak pelak generasi 2001 – 2007 mereka sudah tak memampang angka 320 km/h pada speedometer mereka. Gantinya hanya 280 km/h. Tak heran bila edisi tahun 1999-2000 menjadi incaran kolektor lantaran mesin belum disusupi limiter.

Modifikasi-Motor-Suzuki-Hayabusha-1

Well, Hayabusa adalah salah satu koleksi yang dimiliki Suicide Customs. Ya, builder roda dua asal kota Anjo, Aichi Prefecture, Jepang yang dikomandani Koichi Sakaguchi ini merombaknya dengan gaya wide tyre.

Apa yang dilakukan pria yang akrab disapa Koh ini memang cukup ekstrim. Lengan belakang dibentuk lebih lebar dan lebih panjang demi mengakomodasi ruang untuk ban berukuran besar.

Modifikasi-Motor-Suzuki-Hayabusha-6

Velg lebar 10” berbahan billet dengan diameter 17” dengan balutan ban Avon Venom 330/60 memang menjadi daya tarik utama motor ini. “Perubahan swingram memang membuat wheelbase-nya melar lantaran pengaplikasian ban lebar,” ujar Koh.

Untuk bagian mesin, mereka memang membiarkannya standar. Hanya bagian pengapian saja yang diupgrade dengan produk Dynojet. “Mesin bawaan sudah lebih dari cukup. Dan buat apa Hayabusa diupgrade? Apa lagi yang kita cari?,” tutur Koh. Cukup pasang knalpot berlabel Brocks yang bersuara menggelegar sudah dirasa cukup untuk menunjukkan kekuatan mesinnya.

Modifikasi-Motor-Suzuki-Hayabusha

Sebagai motor yang dirancang untuk ‘nampang’, cat memang menjadi perhatian sendiri. Laburan cat airbrush bernuansa tribal berpadu ghost flame menjadikannya tampil lebih kalem dan misterius. Sore itu kami berjalan mengeliligi kawasan Anjo City (kota kecil di sisi barat Nagoya) dengan si burung pemburu ini. Deruman mesin serta tampilan nyeleneh memang membuat banyak mata yang memandang di setiap persimpangan yang kami lalui.

Modifikasi-Motor-Suzuki-Hayabusha-5

Penggunaan ban lebar memang lebih kepada aksi belaka, bagi kami lebar standar 190/50 tentu jauh lebih nyaman untuk dikendarai. Namun sebagai head turner, si burung berbokong lebar ini telah sukses menebar pesonanya di kota kecil itu.

 

 

Suicide Customs

Oumiko-2-12 Izumicho Anjo, Aichi Prefecture 444-1222. +81 566-79-2382.