Jujur kehadiran W800 menghadirkan dilema pada pecinta sepeda motor beraliran retro. Coba Anda simak komentar-komentar sejumlah forum di negeri Paman Sam dan benua Eropa terutama Inggris. Motor bermesin 773cc ini pasti dibandingkan langsung dengan Triumph Bonneville.

Kawasaki-W800-15

Yup, bicara brand Inggris ini, nama besar dan legenda di dunia motor klasik sudah tak perlu diragukan lagi. Namun hadirnya W800 ternyata membuat pusing kalangan bikers. Banyak sebab yang membuat W800 bisa disebut sebagai idola baru.

Kawasaki-W800-8

Kawasaki W800 adalah sepeda motor yang diproduksi sejak 2011. Kehadirannya menggantikan W650 yang diproduksi dari tahun 1999 sampai 2007. Tipe ini adalah reinkarnasi seri W yang diproduksi 1967-1975. Teknologi mesin berpendingin udara, 773 cc 2 silnder paralel-twin SOHC dibekali penyuplai bahan bakar injeksi. Tak seperti pendahulunya (W650) yang masih mengandalkan karburator dan harus dihentikan produksinya karena tidak bisa memenuhi peraturan emisi.

Mulai 2012 W800 disajikan dalam dua pilihan. Versi reguler dan Special Edition. Untuk tipe SE ada dua pilihan, yaitu versi velg berlapis nuansa emas dan pilihan lain adalah yang bermesin dan knalpot hitam.

Kawasaki-W800-2

Nah, kembali lagi ke persoalan komentar di beberapa forum roda dua tadi. Banyak para penggila kelas ‘retro roadster’ ini tergiur oleh W800. Alasan pertama sudah bisa ditebak, ini perkara harga yang lebih murah. Lalu spek dan teknologi yang ditawarkan lebih baik ketimbang Bonnie. Makin mutlak lagi ketika sejumlah test rider mengatakan bahwa handling W800 jauh lebih mantap. “Riding position sedikit lebih tegak, proporsi desain bodi yang pas (tak terlalu lebar namun tak terlalu ramping),” ujar salah satu editor MCN. Posisi pedal shifter dan pijakan rem terbilang pas. Kemudian banyak juga yang memuji dimensi setang yang lebarnya dianggap sempurna.

Kawasaki-W800-6

Untuk sektor mesin, Jepang memang dikenal lebih piawai dalam meracik tenaga responsive namun disalurkan secara lembut. Untuk rumus ini kami pikir Eropa apalagi Amerika belum bisa menyaingi. Namun satu hal yang masih membuat sanksi para tester ini adalah cakram rem depan yang hanya ada di satu sisi alias cakram tunggal yang dianggap terlalu lemah. Namun Bonneville pun kami rasa juga belum dibekali cakram ganda. Untuk rem belakang, W800 masih mengandalkan drum (tromol) yang dianggap masih memadai.

Kawasaki-W800-1

Ukuran velg depan 19” yang dipeluk fork teleskopik cukup serasi dengan ukuran velg 18” di bagian belakangnya. Namun ada sedikit masukan dari para tester, suspensi depan dianggap terlalu empuk, sehingga terasa agak mengayun.

Kawasaki-W800-4

Sistem suplai bahan bakar injeksi miliknya cukup membantu dalam menciptakan tenaga. Respon dari puntiran gas langsung diterjemahkan dengan cepat. Sehingga tak benar-benar tak ada gejala tersedak di setiap putaran mesinnya. Bahkan Anda salah dalam pemilihan posisi gigi sekalipun. Jadi Anda tak perlu memuntir gas terlalu dalam untuk mencapai tenaga puncak.

Kawasaki-W800-11

Nah, kesempurnaan ini justru menuai kritik dari para tester. “Motor ini terlalu halus dan tenang. Kesan brutalnya tak mencuat sama sekali,” tukas mereka. Secara keseluruhan, kinerja W800 terbaru ini luar biasa user-friendly baik untuk para penggemar retro maupun golongan pemula.

Kawasaki-W800-13

Sejatinya, memang banyak yang mengatakan bahwa menunggang Bonneville lebih berkarakter dan menyenangkan. “Namun perjalanan menyenangkan itu hanya berlangsung selama 20 menit pertama. Sisanya menjadi perjalanan yang menggelisahkan dan tak nyaman. Berbeda dengan mesin twin W800 meski halus namun tetap menghasilkan tenaga yang padat dan resposif,” tukas mereka.

Kawasaki-W800-7

Ya, inilah era sepeda motor bergaya retro mulai disukai. Lautan plastik yang mendominasi ruang pamer saat ini memang semakin membuat kita muak. Kawasaki dengan segenap pengalamannya tetap harus bertempur mati-matian di kelas yang dikuasai Harley-Davidson dan Triumph yang imagenya sudah lebih tertancap dan lebih laki-laki. Sementara Kawasaki yang lebih dikenal sebagai sportsbikes hijau harus terus membuktikan bahwa mereka bisa lebih dicintai dan merebut hati para bikers.