Sekarang konsumen mobil semakin cerdas. Mereka tidak lagi mudah terbuai iming-iming teknologi pada produk roda empat. Seperti kursi yang mampu menghitung tekanan darah bahkan penggunaan sensor gestur untuk mengendalikan mobil.

Yang mengejutkan, keiritan bahan bakar dan subtitusi tenaga listrik juga kurang diminati konsumen. Benarkah?

Perusahaan riset dan penyedia jasa informasi asal Amerika, J.D. Power melakukan penelitian terhadap apa yang benar-benar diharapkan calon konsumen pada mobil barunya. Hasilya,fitur-fitur keselamatan berkendara menjadi tiga pilihan teratas.

Yakni, pendeteksi blind spot, night vision, dan sistem pencegahan kecelakaan. Yang bikin mobil mampu melakukan pengereman sacara otomatis saat pengemudi tidak melakukannya pada saat yang tepat.

Tiga fitur itu memang telah lama ada. Tapi hanya tersemat pada mobil-mobil mewah. Harga fitur-fitur keselamatan ini dinilai tidak sebanding dengan alokasi rata-rata calon pembeli berpotensi yang berada di rentang umur 38 tahun ke bawah.

Apalagi jika mereka ingin membeli mobil yang sudah dilengkapi ketiga fitur itu, daripada melakukan upgrade sendiri dengan merek after market. Jelas bukan pilihan.

J.D. Power melakukan riset ini pada Januari sampai Maret 2015. Dilakukan pada 5.300 pembeli mobil baru. Mereka diminta me-ranking puluhan fitur mobil yang diinginkan.

Fitur lain yang diinginkan calon konsumen antara lain kamera di belakang mobil yang menampilan pandangan di rearview mirror. Kemudian self healing car paint seperti yang ada di beberapa model Nissan, Infiniti, dan Lexus.

J.D. Power berharap hasil penelitiannya bisa digunakan produsen untuk mengembangkan produknya. “Industri otomotif harus mencari ide untuk memberi standar teknologi baru pada konsumennya,” jelas Kristin Kolodge, Direktur Eksekutif Interaksi Pengemudi J.D. Power.