Ketika berada di garis start, semua warna hanya monokromatik, penonton dan tribun nampak hanya hitam putih. Getaran hebat dari mesin V-Twin membuat lintasan pacu terlihat bagai tiga jalur. Dalam kisaran 6 detik itu hanya konsentrasi dan fokus yang menjadi kunci utama untuk memegang kuda bertenaga 800hp dan kecepatan maksimum 365km/jam. Raungan mesin yang memekakkan telinga dan aroma tajam bahan bakar balap memang menjadi keseharian Takeshi. Keberaniannya melibas aspal 402m membuatnya dijuluki “Crazy Tak”. Ya, satu-satunya orang Asia di NHRA kelahiran Ehime Prefecture, Jepang 20 Maret 1965 ini masih mendekap rekor dunia Nitro Harley. Thegaspol.com berkesempatan menemuinya untuk berbincang santai di sela waktu transit pesawat di markas besar Bimo Kustom beberapa waktu lalu.

Crazy-tak-5

Apa kabar Tak, masih ingat kita pernah berjumpa sebelumnya di Malaysia?
Ya tentu, di acara AIME – Asian Championship of Custom Bike Building di KLCC – Malaysia akhir Oktober 2007.

Dalam rangka apa Anda berkunjung ke Jakarta hari ini?
Ya, saya baru saja melakukan perjalanan bisnis ke Singapura. Dan kebetulan pesawat saya transit di Jakarta. Atas undangan teman sekaligus partner binis saya Bimo Hendrawan (Bimo Kustom) saya akhirnya dijemput keluar dari bandara untuk berjumpa dan makan siang.

Crazy-tak-3

Saya ingat sekali saat itu para builder internasional berkumpul sebagai peserta maupun tamu. Seperti Cory Ness, Russel Mitchel, Chica, Matt Hotch, Keiji Kawakita (Hot-Dock), Kenji Nagai hingga Chicara. Disaat yang lain membawa motor custom, Anda justru memajang Nitro Harley. Bagaimana ceritanya?
Ya saya memang tak hanya didaulat untuk melakukan eksebisi drag di malam penutupan. Namun saya juga ikut membuka booth untuk menjual produk peringan kopling TPP Clutch yang kini dipakai sebagai OEM Harley-Davidson yang kemudian dilabel Screamin’ Eagle.

Crazy-tak-9

Bagaimana sejarahnya Anda bisa terjun ke dunia drag bike ini?
Saya memang dilahirkan di keluarga yang ‘bermain’ roda dua. Ayah saya adalah pemilik dealer Harley-Davidson di kawasan Ehime. Saya juga kerap mengikuti kompetisi motorcross dan road race sejak belia. Hingga akhirnya awal 90an saya pindah ke AS untuk sekolah di MMI (Motorcycle Mechanic School) di Arizona. Di situlah saya mulai mengoprek mesin Harley. Hingga akhirnya sekitar 1999 saya membeli sebuah mesin yang khusus untuk turun di drag race. Penampilan saat awal memulai karir cukup memuaskan. Karena beberapa kali saya langsung menyabet gelar juara.

Crazy-tak

Apa yang Anda rasakan ketika memacu motor yang bisa melibas 402m hanya dalam kisaran 6 detik?
Semua serba hitam putih, lintasan yang hanya satu tiba-tiba nampak tiga jalur akibat getaran mesin. Kemudian di detik-detik awal tangan dan badan Anda seperti akan terhempas dari motor. Start inilah yang paling menentukan, dimana Anda harus fokus dan konsentrasi penuh. Saat roda depan terangkat, saya harus cepat-cepat menjatuhkan badan ke depan agar motor bisa melaju lurus. Semua begitu cepat.

Crazy-tak-7

Berapa orang yang bekerja di team Anda?
Di Don Johnson Racing Team kami hanya bertiga. Dua orang warga AS dan saya sendiri. Kadang saya pun ikut setting mesin dan sebagainya. Semua kami lakukan bersama. Saya juga bukan tipe orang yang kerap latihan sebelum kejuaraan. Malah beberapa kali saya langsung turun di babak kualifikasi padahal baru mendarat di AS setelah belasan jam terbang dari Jepang.

Apa pencapaian tertinggi Anda di dunia drag bike?
Saya sempat mengukir rekor Top Fuel dengan waktu 6,135 detik pada 2010.

Crazy-tak-1

Apakah ada niat untuk memecahkan rekor baru?
Tentu saja. Walau tak mudah, namun saya ingin mendobrak hingga hitungan 5 detik. Dan tahun depan saya yakin bisa masuk di angka itu. Sebab saya mendapat dukungan dari produsen mesin yang dilengkapi supercharger. Ya, saya akna memakai mesin Kawasaki baru bermesin 1.700cc 4-silinder supercharger. Motor ini berbeda dengan motor Top Fuel yang digunakannya ketika mengukir rekor di Georgia, AS hampir lima tahun silam.

Crazy-tak-4

Ok, selain balap, apa bisnis yang Anda jalankan saat ini?
Saya masih menjabat sebagai presiden Blue Panther. Sebuah dealer resmi Harley-Davidson di kawasan Ehime, Jepang. Saya juga masih mengembangkan bisnis TPP Clutch (Tak Performance Parts) yang menyediakan perangkat kopling untuk balap dan keperluan harian.

Crazy-tak-2

Mengapa Anda disapa dengan sebutan Crazy Tak?
Saya dianggap tak memiliki rasa takut. Kecepatan tinggi awalnya memang menjadi hal yang menakutkan. Namun semua itu malah menjadi candu yang terus masuk ke badan. Malah kecepatan tinggi itu justru menjadi kenikmatan. Saya tidak takut mati, sebab semua unsur safety sudah dipersiapkan dengan matang.

Crazy-tak-8

Apa motto hidup Anda?
Life begin at 245 mph! Disitulah Anda merasa jantung berdegup cepat dan adrenalin memuncak. Hahaha. Motor yang butuh konsumsi 10 liter nitromethane per 400 meter itu siap menghempas Anda jika melakukan sedikit kesalahan.