Kombinasi panorama alam yang menakjubkan yang menjadi saksi banyak peristiwa bersejarah, membuat kota seluas 7.404 km2 ini bagaikan surga tersembunyi yang patut menjadi destinasi para turis. Puncak Gunung Aso, Kepulauan Amakusa dan Kuil Kumamoto merupakan saksi bisu perebutan kekuasaan klan Kikuchi, Kiyomasa dan Hosokawa.

Honda-Monkey-Kumamon

Ya, Kumamoto Prefecture yang berada di jantung pulau paling selatan di Jepang, Kyushu, memang memiliki banyak keunggulan di sektor pariwisata.

Dan untuk mendongkrak sektor ini, kota dengan populasi 1.812.255 jiwa dimaksud sengaja membuat maskot berbentuk beruang lucu yang disematkan nama Kumamon. Beruang hitam dengan pipi bersemu merah ini dikampanyekan secara resmi di seluruh Jepang.

Honda-Monkey-Kumamon-f

Trik tersebut sukses. Bahkan angka penjualan beragam souvenir si Kumamon sempat tembus 29,3 milyar Yen. Tak heran jika kini Kumamon jauh lebih tenar ketimbang kota Kumamoto. Mengingat popularitas sang beruang, rasanya wajar jika pabrikan sekelas Honda juga menunjuk Kumamon menjadi salah satu edisi khusus dari motor mini legendarisnya, Honda Z50 alias Monkey.

Honda-Monkey-Kumamon-g

Sejatinya, mini bike Honda Monkey Kumamon merupakan buah kreasi R & D Center Honda Motorcycle Technical Research Institute yang hadir sebagai tamu kejutan di sebuah perhelatan yang digelar di pabrik Honda di Kumamoto 2013 silam. Tak disangka, Gubernur Kumamoto, Kamashima Ikuo, malah tertarik untuk menjualnya secara masal. Hingga ahirnya mini bike tersebut digelontorkan secara resmi pada 14 April 2014.

Honda-Monkey-Kumamon-h

Menyimak tampilannya, yang menjadi pembeda dengan Honda Z50 biasa hanyalah sematan maskot Kumamoto Perfecture di beberapa bagian serta konsep laburan kelirnya. Warna graphite black yang mendominasi sekujur tubuh dikombinasikan dengan kelir merah di velg, bagian tengah tangki dan jok. Yang unik, kelir senada juga diaplikasikan pada cylinder head. Membuat pesonanya kian menawan.

Honda-Monkey-Kumamon-j

Well, sudah saatnya saya menghidupkan mesin. Tapi tunggu dulu! Wajah imut si beruang “kiyut” terus menemani hingga ke anak kunci. Menggemaskan. Terpesona oleh tampang lucu si Kumamon, membuat saya terlena dan melupakan kaki yang pegal lantaran harus menekuk saat telapak kaki singgah di footstep. Ya, sepertinya motor ini memang tidak diciptakan untuk pengendara yang memiliki tinggi di atas 175cm seperti saya. Tak heran jika di luar sana banyak pemilik Honda Z50 yang memodifikasi tinggi joknya. Tujuannya tentu saja agar posisi berkendara tambah nyaman.

Honda-Monkey-Kumamon-i

Lupakan saja akselerasi maksimal. Lantaran sektor mesin tidak mengalami perubahan sama sekali. Masih mengandalkan lumbung pacu AB28E OHC berkapasitas 49cc, seperti yang diadopsi oleh Honda Monkey lainnya. Jadi, untuk apa memaksakan mesin penganut teknologi PGM-FI ini bekerja keras jika hanya sanggup menggelontorkan tenaga sebesar 3,4 hp. Apalagi ada lampu indikator speed warning yang akan langsung menyala jika motor melaju di atas 30 km/jam. Tak mengapa. Toh Honda Z50 memang diciptakan bukan sebagai motor pacu. Kendati di beberapa negara banyak yang mengobrak-abrik mesin guna memecahkan beragam rekor kecepatan.

Honda-Monkey-Kumamon-a

Dimensinya yang kompak dengan wheelbase 895mm justru menjadi keunggulan saat saya harus meliuk di antara kemacetan. Tentu saja lirikan iri pengendara lainnya langsung mendarat saat saya tersenyum lebar lepas melintasi stagnansi di jalan raya.

Honda-Monkey-Kumamon-d

But hey! Saya tidak ambil pusing. Positive thinking saja.. Bisa jadi mereka malah terpukau dengan penampilan Honda Monkey Kumamon. Mungkin memang ini yang dicari oleh sang pemilik, tampil beda. Segudang keunikan yang dimiliki oleh mini bike ini justru menjadikannya sebagai sepeda motor yang sangat layak untuk dikoleksi. Well said!