Mungkin sekarang saatnya Anda menanggalkan baju dan celana ketat saat akan mengayuh sepeda kesayangan. Ya, selain tidak stylish dan fashionable, pakaian khusus sepeda tersebut juga bakal menonjolkan ‘lemak tubuh’ yang pasti Anda coba sembunyikan. Jadi, apa mungkin menggunakan Asos Leather Jacket atau Ben Sherman Harrington Jacket yang dipadankan dengan Levi’s 511 sambil commutering di atas sepeda?

Vintage Electric E Tracker 23

Jawabannya tentu saja mungkin. Apalagi desain sepeda listrik keluaran Vintage Electric Bikes ini juga menunjang tampilan pembesutnya. Mengacu pada desain besutan board track racing yang tenar di era 1910–1920-an, E-Tracker menghidupkan kembali kentalnya aura klasik pada sebuah sepeda listrik. Jadi, ini saat yang tepat untuk mempensiunkan sepatu cleat Anda dan menggantinya dengan sepasang Vans Checkerboard.

Vintage Electric E Tracker 10

Simak saja lekukan halus di top tube yang mengalir hingga ke seat tube. Mengingatkan pada bentuk tangki board track racing bike kreasi George M. Hendee dan Oscar Hedstorm yang sempat merajai sirkuit papan di Negara Paman Sam.

Vintage Electric E Tracker 6

Masih kurang vintage? Tenang. Andrew Davidge selaku Founder dan Lead Designer Vintage Electric juga telah merancang drop style handlebar untuk memperkental aura klasik E-Tracker. Sebagai pelengkap, pengadopsi hydroformed alumunium frame ini dicangkokkan handgrip kulit serta jok vintage milik Brooks England LTD. Mewah bukan?

Vintage Electric E Tracker 5

Yang tidak kalah klasiknya adalah tampilan baterai Lithium-ion yang dibalut dengan material alumunium. Dibalik ‘rumah’ yang mengadaptasi desain mesin motor jadul ini bermukim baterai 52 volt. Daya yang keluar dari baterai disalurkan ke roda belakang lewat motor 3,000 watt 3-phase brushless electric bertenaga 750 watt dalam mode street dan 3,000 watt di race mode.

Vintage Electric E Tracker 25

Hmm.. Bukan hanya Anda yang penasaran dengan performa E-Tracker, kami pun didera rasa yang sama. Untungnya sahabat kami di Troupe Brut Rides Industry yang menghadirkan sepeda listrik ini di Indonesia bersedia meminjamkan satu unit Vintage Electric E-Tracker untuk kami coba. Tanpa tedeng aling-aling, sepeda listrik ini pun langsung dalam dekapan.

Vintage Electric E Tracker 20

Well, kesan pertama yang kami dapat saat memacu E-Tracker adalah nyaman. Ya, hanya dengan mengayuh dua sampai tiga kali sampai mendapatkan momentum, trigger throttle di ibu jari sebelah kanan langsung merespon akselerasi yang kami inginkan. Sebenarnya bisa saja langsung menekan trigger throttle, namun sensasinya berbeda jika diawali dengan menggowes terlebih dahulu.

Vintage Electric E Tracker

Usah risau menghentikan laju sepeda listrik yang kecepatan puncaknya diklaim mencapai 57 km/jam ini. Selain dibekali dengan sistem pengereman Avid BB7 Road S Mechanical dengan rotor berdimensi 160mm, dengan menekan tombol merah di kiri handlebar, penunggangnya bisa merasakan efektivitas engine brake layaknya sepeda motor biasa. Tidak hanya untuk melakukan deselerasi, sistem regenerative brakingnya juga mampu mengisi ulang daya yang biasanya habis saat mengaktifkan sistem pengereman.

Vintage Electric E Tracker 3

Well, puas menguji sepeda yang dibekali crank FSA F Gimondi dan Phil Wood Road Hubs ini tidak lantas membuat kami melupakan pertanyaan yang selalu muncul. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai?

Vintage Electric E Tracker 24

“Tidak lama kok. Hanya butuh waktu sekitar 2 jam saja untuk me-recharge baterai dari kondisi kosong hingga penuh. Setelah itu Vintage Electric E-Tracker bisa kembali digunakan untuk menempuh jarak lebih dari 48 km,” tutup Angga Pradana, General Manager Troupe Brut Rides Industry.

Well guys… It’s time to say hello to the future!