Mengikuti langkah Tesla dan Toyota yang mengumbar teknologi kendaraan untuk dipakai bersama, pabrikan Amerika Ford juga melakukan hal yang serupa. Meski begitu Ford tidak serta melakukannya dengan cuma-cuma melainkan dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Ketentuan tersebut adalah biaya. Berbeda dengan Tesla yang tidak memungut satu sen pun atas teknologi listrik yang mereka bagikan, Ford memperbolehkannya dengan biaya. Adalah AutoHarvest Foundation, badan non profit milik Ford, yang digunakan sebagai media untuk pengurusan lisensi dan pembayarannya.

“Inovasi adalah tujuan kita. Salah satu cara untuk menyediakan teknologi terbaik adalah melalui pengembangan yang konstan dan berkelanjutan. Dengan berbagi kami akan mampu untuk mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik dan menghantarkan produk yang lebih baik kepada konsumen,” jelas Kevin layden, dirktur dari program kelistrikan Ford di Amerika Serikat, Kamis (28-05) waktu setempat.

Ford sesumbar bila ada lebih dari 650 paten siap pakai dan 1,000 lebih masih mengantri untuk persetujuan terkait kendaraan listrik plug-in dan hybrid. Pabrikan asal Dearborn, Michigan ini berujar bila telah ada lebih dari 400 paten yang dibuat sendiri pada akhir tahun berhubungan dengan teknologi kelistrikan. Diantaranya adalah cara untuk memperpanjang usia baterai, penangkapan energi dengan pengereman regeneratif dan juga sistem pantauan gaya berkendara yang mampu memberikan feedback demi keiiritan bahan bakar.