Awalnya Mike Fobes menginginkan besutan berupa Harley Davidson anyar. Sejak anaknya lahir sampai kini hampir dewasa, Fobes belum pernah memiliki motor street legal lagi. Sayangnya, niat itu terbentur  persetujuan dari sang istri. Daripada terus berselisih, ia mengalah.

Fobes tak akan membeli sepeda motor. Tapi ia tidak bilang tak akan membangun dan memodifikasi motornya. Hhmm, clever.

Twisted Evil 2

Salah satu alasan istri Fobes melarangnya meminang motor baru karena alasan keamanan. Maka, Fobes memutuskan untuk tidak akan membangun motor seperti pada umumnya. Tapi, ia akan memodifikasi sebuah motor bergaya chopper yang dilengkapi empat roda.

Dari sisi modifikasi, konsep ini tergolong berani. Fobes tak menceritakan bagaimana ia menyatukan dua buah roda di depan dan dua di belakang. Modifikasi yang dilakukan ini tergolong sangat ekstrim.

Twisted Evil 5

Di usianya yang sudah tidak muda lagi, Fobes tetap punya imajinasi liar. Ia membenamkan mesin rotari Mazda RX-7. Lalu, untuk memperlancar kerja mesin, ia menggunakan two-speed circle-track racing transmission. Sementara itu, kedua roda belakangnya menggunakan Avon 250.

Pria berusia 55 tahun yang berprofesi sebagai instruktur auto-tech dan mekanik ini menamai motornya Twisted Evil. Nama yang sama bengisnya dengan perkiraan akselerasi motor ini. Dengan beberapa pengembangan yang Fobes lakukan, Twisted Evil diprediksi punya top speed mencapai 322 km perjam.

Twisted Evil 4

Walaupun, Fobes mungkin tak akan mencobanya. Lagi pula ini lebih seperti motor show yang tak mungkin dikendarai karena terbatasnya turning radius akibat penggunaan forks dan rakes yang tak wajar.

Butuh empat tahun bagi Fobes untuk menyelesaikan Twisted Evil. Setelah rampung, istrinya pun menyaksikkan karya suaminya dan akhirnya menyerah. Fobes membeli Harley. Sementara Twisted Evil tetap menjadi tropinya.