Upaya Royal Enfield mengisi kekosongan pada segmen motor model klasik berkubikasi menengah (250-750cc) sempat dipertanyakan. Pasalnya, konsumen Tanah Air telah lebih dulu akrab dengan motor model sport di segmen ini. Kendati demikian, Royal Enfield melihatnya lain.

“Justru karena perbedaan itulah kita yakin. Karena bisa dibilang pasar itu masih terbuka lebar,” jelas Abhijit Singh Brar, Head of Marketing Royal Enfield, Senin (24/8), di Tangerang, Banten.

20150824_125411_resized_1

Walau namanya sudah tak asing di telinga penggemar motor Eropa, Royal Enfield baru mengumumkan keputusannya untuk terjun ke pasar otomotif Indonesia secara resmi di ajang pameran GIIAS 2015.

Indonesia sebagai pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia jadi magnet tersendiri bagi pabrikan asal Inggris yang sekarang banyak beraktivitas di India tersebut. Tak cuma itu, Indonesia juga dianggap punya budaya bermotor yang sejalan dengan filosofi ‘Pure Motorcycle’ Royal Enfield.

20150824_130105_resized_1

Dimana motor tak hanya diartikan sebagai kendaraan tapi juga suatu hal yang dinamis. Teknologi pada sepeda motor bisa terus berubah. Tapi ada satu hal yang harus dijaga, yakni selalu ada ruang untuk personalisasi dan modifikasi. Dan yang tak kalah penting, konsep ‘Pure Motorcyle’ juga mewakili hasrat menggali jati diri lewat petualangan.

Arun Gopal, Head of International Business Royal Enfield menemukan kenyataan tersebut dari hasil pengamatannya saat berkunjung ke dua kota besar di Indonesia.

20150824_125958_resized_1

“Saya sempat riding di Bali. Saya menemukan banyak jalanan yang indah di sana. Saya melihat semangat Royal Enfield sesuai di sini,” ungkap Arun Gopal. Namun, pengalaman berbeda ia dapatkan saat menengok kebiasaan pengendara motor di Jakarta.

“Orang menggunakan motor tidak cuma untuk aktivitas sehari-hari. Mereka juga melakukan touring pada akhir pekan. Dan mereka sering terlihat berkumpul untuk menikmati kopi atau makanan bersama komunitasnya. Menurut saya itu cool,” tambahnya.

20150824_125442_resized_1

Dengan kata lain, Arun melihat motor sudah jadi bagian gaya hidup yang tak terpisahkan dengan diri konsumen. Untuk itu, Royal Enfield juga menegaskan akan masuk ke ranah tersebut. Yaitu dengan menyuguhkan apparel yang sesuai dengan semangat produknya.

Apparel yang didatangkan mengambil inspirasi dari perlengkapan seorang despatch rider, serdadu militer pada masa Perang Dunia ke-1 dan 2 yang bertugas mengantar pesan dari markas besar ke lini terdepan pertemuran. Dicirikan oleh penggunaan warna-warna “tempur” pada jajaran koleksi tersebut. Misalnya cokelat, hitam, hijau, atau abu-abu.

20150824_125223_resized_1

Sementara itu, penggunaan material yang kuat wajib hukumnya agar koleksi yang ditawarkan bisa digunakan pada medan riding terburuk sekalipun. Kedatangan Royal Enfield di Indonesia akan ditandai oleh kemunculan tiga model ikoniknya, yaitu tipe Bullet 500cc, Classic 500cc, dan cafe racer Continental GT 535cc. Bekerjasama dengan PT Distributor Motor Indonesia, Royal Enfield akan membuka flagship store-nya di Jl. Pejaten Barat, No.6, Jaksel mulai 15 September 2015.

Sayangnya, PT DMI belum bisa membocorkan harga resmi tiap model yang akan didatangkan secara utuh (CBU) dari India tersebut.