Mengingat ambisinya menguasai segment sepeda motor kelas menengah (250-750 cc), sudah sepatutnya Royal Enfield punya line-up yang lengkap. Maka, kehadiran Himalayan dirasa sangat penting untuk menjangkau audiens secara global. Dalam sebuah artikel di situs otomotif India, Royal Enfield menegaskan kalau nantinya distribusi Himalayan akan dilakukan secara mendunia dengan harga yang kompetitif.

Dari snapshot yang banyak beredar di dunia maya, Himalayan tampil lebih modern dibanding tipe Royal Enfield lainnya. Misalnya, Himalayan digadang bakal jadi produk pertama Royal Enfield yang menggunakan suspensi monoshock.

Sementara itu, di sektor dapur pacu brand yang bermarkas di Chennai tersebut digosipakan akan menaruh mesin 410cc satu-silinder berpendingi udara 6 percepatan. Royal Enfield melakukan pendekatan baru guna memaksimalkan performa mesin berkekuatan sekitar 30 hp dan 40 Nm itu agar mampu menaklukan medan off-road sekaligus highway.

Kalau dibandingkan dengan sepeda motor adventure asal Eropa yang punya output sampai dengan 150 hp lebih, tentunya Himalayan terkesan inferior. Namun, Himalayan menjanjikan beberapa poin yang jadi keunggulannya. Yakni, desain konstruksi yang kuat dan minimalis. Serta bobot mesin yang diupayakan tetap ringan. Sehingga bisa jadi besutan yang ideal untuk menghadapi beragam medan jalan.

Dalam proses pengembangannya, Royal Enfield menggandeng Harris Performance. Perusahaan Inggris yang belum lama diakuisisinya tersebut bertugas untuk merancang rangka double cradle Himalayan. Sementara itu, sepeda motor ini akan jadi karya Pierre Terblanche selanjutnya, desainer yang juga pernah bertugas merancang Ducati sampai dengan 2007. Di India, Himalayan diprediksi akan punya harga sekitar $3,900.