Mengalawi karirnya sebagai Business Development di sebuah perusahaan, pria lulusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya angkatan ’88 ini akhirnya nyemplung ke industri otomotif mulai 2002 silam. Kehadiran pehobi golf dan bersepeda ini di Goodyear Indonesia, bertujuan ingin mengedukasi para pengendara di Indonesia untuk mengutamakan keselamatan berkendara lewat program–program yang dilaksanakannya. Berikut Ini hasil bincang santai TheGaspol.com dengan beliau.

 Yodi-Goodyear-11

Apa yang membuat Anda bisa terjun ke dunia Otomotif? Ada yang menginspirasi, atau memang tuntutan pekerjaan?

Awal mulanya saya terjun ke dunia otomotif untuk bergabung bersama PT. Ford Motor Indonesia pada 2002. Sebenarnya bukan niatan dari sendiri, kebetulan ada yang menawarkan, karena saya akui dunianya cukup berbeda, sebelumnya di industrial dan yang ini lebih ke retail. Sebuah tantangan berbeda yang saya harus hadapi.

Akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dan mulai mencintai dinamika kerja di industri otomotif yang lebih cepat, karena dapat berinteraksi langsung dengan costumer. Mulai di Ford, saya mulai mendapatkan banyak ilmu mengenai marketing, integrity, relationship dan people development.

Yodi-Goodyear-4

Awalnya kan jualan mobil, pindah ke Goodyear untuk jual ban, apa kendalanya? Karakter keduanya kan berbeda, strategi apa yang Anda lakukan?

Ilmu yang saya terapkan sih tidak jauh berbeda. Hanya saja di dunia permobilan, saya fokus kepada konsumen akan produk yang kami pasarkan. Di ban agak sedikit berbeda, saya memperhatikan 3 faktor, yaitu : kepuasan pelanggan, jangkauan dan faktor keselamatan dari produk yang kami buat.

Yodi-Goodyear-2 

Kemudian, apa prioritas dari ketiga hal tersebut?

Semua target diatas memiliki prioritas yang sama. Namun kami ingin memberikan kepuasan para pelanggan dengan kualitas produk yang lebih baik, dan memiliki penawaran – penawaran menarik untuk penggantian ban Goodyear, seperti program trade in. Untuk masalah jangkauan, kami akan fokus memperbaiki kualitas outlet Goodyear yang telah ada dan berencana menambah outlet di kawasan Jawa- Bali. Untuk soal keselamatan, kami coba menampilkan produk – produk terbaru yang memiliki standar keselamatan tinggi, seperti Eagle F1 Asymmetric 2 yang dilengkapi fitur ActiveBraking yang dapat mengatur pengereman lebih dan fitur Fuel Saving Technology untuk dapat mengurangi konsumsi bahan bakar. Pokoknya ketiganya akan menjadi prioritas kedepannya.

Yodi-Goodyear-10

Anda baru 2 bulan menjabat di PT Goodyear Indonesia, apa rencana Anda soal produk di tahun depan?

Rencanya, mulai pertengahan tahun ini sampai tahun depan, saya ingin memperkuat dan mempertahankan produk – produk unggulan seperti Duraplus, Eagles F1 dan memperkenalkan Asymmetric 3. Mungkin itu dulu yang bisa saya share.

Yodi-Goodyear-8

Goodyear sendiri terkenal di dunia Motorsport, apa ada rencana untuk kembali sirkuit?

Dengan kondisi saat ini, kami hanya support balap Nascar di Amerika. Untuk kedepannya saya belum bisa menjamin akan mensponsori ajang balap di tingkat nasional atau international sekalipun. Sementara ini, kami hanya ingin fokus membangun 3 faktor tadi.

Yodi-Goodyear

Anda mengaku tidak mengikuti perkembangan dunia balap. Tapi kalau diminta memilih, Anda pilih F1 atau MotoGP?

Kebetulan belakangan ini saya tidak begitu mengikuti perkembangannya, namun saya lebih memilih F1, karena saya suka dengan (Michael) Schumacher.

Yodi-Goodyear-9

Lalu, momen apa terkait Formula 1 yang masih Anda ingat?

Saya teringat pertarungan Ayrton Senna dengan Alain Prost di Monaco tahun 1989, disitu pertarungannya sangat seru. Sampai pada akhirnya Senna unggul setelah berhasil membuat Alain Prost kelelahan dan hanya bisa menguntit di posisi kedua.

Yodi-Goodyear-5

Pengalaman menarik ketika mengemudi? Bisa diceritakan, berapa top speed yang pernah diraih selama menyetir sendiri?

Wah, itu sudah sangat lama. Saat itu, saya menghadiri undangan komunitas dari teman saya untuk menguji Mitsubishi Lancer DanGan. Di situ saya baru sekali merasakan ngebut dengan kecepatan 200 km/jam.

Yodi-Goodyear-6

Apa kendaraan yang sekarang Anda gunakan? Dan masih berani memacu mobil seperti saat itu? 

Saat ini saya hanya menggunakan Toyota Camry untuk keperluan harian dan Ford Ranger untuk digunakan jalan – jalan ke medan yang lebih sulit dilalui. Wah, selain waktu itu masih muda, saat mengujinya juga di sirkuit Sentul. Jadi rasa was – wasnya hilang begitu memacu mobil di trek yang lurus dan tanpa hambatan.

Yodi-Goodyear-1

Terakhir, apa yang menjadi moto hidup Anda yang dapat jadi inspirasi para pembaca TheGaspol.com ?

Integrity dan Relationship, keduanya saya jaga dengan baik, dan mulai saya terapkan ke anak – anak saya. Karena hubungan baik dengan orang lain akan sangat bermanfaat, tidak hanya menyangkut pekerjaan. Sementara kita harus memiliki integritas yang baik agar dapat dipercaya dan diperlakukan dengan baik oleh orang lain.