Kini banyak produsen pakaian yang mengeluarkan koleksi bernuansa jaman dulu. Namun dari sekian banyak brand  yang beredar, ada satu nama yang begitu otentik. Mengawali pemasarannya dari Argentina, Suixtil berhasil jadi pionir pakaian balap sekaligus busana gaya hidup bagi mereka yang gemar menyaksikan aksi adu cepat pada era 1950an.

Kepopuleran Suixtil tak lepas dari inisiatifnya mensponsori tim balap Armada bentukan Argentinean Automovil Club (ACA) pada tahun 1948. Kesuksesan tim tersebut di ajang balap F1 dan F2 makin melambungkan nama Suixtil yang menyuplai perlengkapan dengan label Escuderia Suixtil.

suixtil 3

Hingga kemudiaan nama Suixtil selalu menempel pada busana yang digunakan oleh pebalap-pebalap legendaris. Seperti Sir Striling Moss yang gemar menggunakan koleksi Original Race Pants berpadu polo Nassau. Atau Joe Bonnier yang sering terlihat menggunakan pants Modena dan cashmere Monza.

Nama-nama besar lainnya yang ikut melambungkan pakaian balap minim teknologi ini diantaranya J.M. Fangio yang menorehkan prestasi lima kali F1 World Championship dan Jose Froilan Gonzalez sebagai orang yang membawa Ferarri meraih titel pertamanya setelah menjuarai British Grand Prix 1951.

suixtil 2

Tak hanya di dalam lintasan, menurut pernyataannya, Suixtil menganggap produknya sebagai wujud dari passion, gaya, dan kenyamanan orang-orang yang menggemari olahraga balap. Dengan menggunakan produk Suixtil, seorang pria benar-benar merasakan atmosfir grand prix yang akan mewarnai kesehariannya.

Walau sempat vakum, Suixtil kembali lagi pada tahun 2008 dengan misi menyatukan keontentikan sejarah dan teknologi masa kini pada sebuah pakaian. Walau rasanya sulit untuk benar-benar bersaing dengan teknologi racing suit modern, Suixtil tetap eksis dan menjadi pilihan mereka yang turun di ajang balap klasik seperti Silverstone Classic, Goodwood, atau Mille Miglia.