2015 menjadi momen spesial bagi produsen otomotif asal Jerman, BMW. Pasalnya tahun Kambing Kayu ini menjadi pertanda 30 tahun pabrikan asal Munich ini menghadirkan sistem penggerak semua roda di jajaran produknya. BMW 325i Allrad, yang pertama kali menyapa publik di Frankfurt Motor Show di 1985 merupakan pionir fitur tersebut.

Sekilas, BMW 325i Allrad tampak seperti sedan Seri-3 biasa. Namun fitur rear-biased all-wheel drive system yang tersemat pada mobil tersebut diklaim menjadikannya lebih unggul soal pengendalian dan traksi. Hal itu bisa dicapai berkat pembagian suplai tenaga sebanyak 37 persen ke roda depan serta 63 persen ke belakang.

Menurut pabrikan, BMW 325i Allrad dirancang guna menaklukkan medan-medan berat.

Walau pada prinsipnya sama tapi jangan bayangkan fitur penggerak semua roda di 325i Allrad sama seperti xDrive yang menempel pada model-model modern BMW. Namun dikatakan, BMW selalu berusaha untuk menghadirkan pengalaman layaknya berkendara dengan rear wheel drive bagi setiap pengedara produk-produk berpenggerak empat roda terkininya.

Hingga kini tercatat sekitar 30 persen model BMW dilengkapi sistem penggerak empat roda. Mulai dari Seri-1 sampai dengan Seri-7, bahkan rentang pilihan terus bertambah seiring kelahiran model i8 dan BMW 225xe yang menggunakan mesin hibrid.