Awalnya Nissan March masuk ke Indonesia sebagai mobil unisex yang ditujukan untuk pria dan wanita. Namun pasar berkata lain. City car ini belakangan sangat identik dengan wanita. Apa alasannya?

Ditemui di acara peluncuran kompetisi desain MarchInVashion, Budi Nur Mukmin selaku GM Marketing Strategi Nissan Motor Indonesia menjelaskan tentang anomali tersebut. Dia memaklumi sebab pasar Indonesia amat kompetitif, khususnya di segmen city car.
“Bahkan awalnya dianggap tidak punya identitas, lho,” sergahnya terkait awal kemunculan dimana March yang berpenampilan cute dan manis namun kerap beriklan dengan para pria. Membuat pasar beranggapan bila mobil ini tidak berkarakter.
Manuver pun langsung dilakukan NMI. Pemahaman bentuk yang ditelan oleh pasar langsung dijadikan bahan pertimbangan diperkuat dengan survei. Hasilnya menunjukan bila 65% pembeli March adalah wanita karena tertarik dengan bentuknya.
Alhasil beragam kampanye pun diberikan oleh divisi marketing untuk kian mendekatkan march dengan wanita. Seperti MarchInVashion yang mana di tahun keduanya ini semakin memperkuat citra March sebagai kendaraan untuk kaum Hawa melalui fashion.
“Wanita tidak dapat dipisahkan dengan fashion. MarchInVashion ini adalah upaya kami untuk target pasar kami, wanita, yang akan semakin paham bila March adalah kendaraan untuk mereka,” pungkas Budi.