Ban merupakan komponen vital dalam olahraga drifting. Untuk itu, pemilihannya butuh fokus ekstra. Drifter nasional berusia 23 tahun Emmanuel Adwitya Amandio membeberkan dua poin penting yang selalu dipeganggannya saat memilih ban untuk keperluan kompetisi.

“Ban untuk drifting, satu, butuh traksi. Kedua, harus long lasting (awet),” ujar Amandio, Senin (15/12) di Jakarta. Baginya, kedua hal tersebut sangat menentukan keberhasilan seorang drifter beraksi di course. “Mobil dengan power besar tapi gak ada traksi, percuma. Lalu, untuk masalah keawetan berhubungan dengan efisiensi,” sambungnya.

Kealpaan poin-poin itu, terutama traksi bisa dipastikan membuat mobil kedodoran. Bagi Amandio, langkah awal pemilihan ban bisa dimulai dengan menilai profilnya.

“Untuk memilih ban yang sesuai, saya biasanya memperhatikan profil ban. Ketebalan serta lebarnya. Memang tidak ada patokan yang jelas. Jadi, cara untuk mendapatkan setelan mobil dan ban yang pas juga butuh pengujian,” sambungnya. Traksi yang sudah didapat dari ban akan memangkas upaya-upaya persiapan lainnya, seperti penyetelan suspensi dan final gear.

Saat ditanya mengenai mobil harian dengan sepasang ban yang juga digunakan drifting oleh pemiliknya, Amandio melihat itu sah-sah saja. “Saya juga ada mobil yang seperti itu. Bannya juga tidak ada yang beda karena ban drift sejatinya adalah ban jalan raya. Namun pehobi drift harus tahu batas amannya,” ungkap Amandio.

Drifter yang berangkat menggeluti dunia motorsport dari cabang reli ini direncanakan bakal tampil dalam ajang Asian Drift Grand Prix (ADGP) 2015, pada 18-19 Desember 2015 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.