for·got·ten

fərˈɡätn/

past participle of forget.

synonyms: unremembered, out of mind, past recollection, beyond/past recall, consigned to oblivion; left behind; neglected, overlooked, ignored, disregarded, unrecognized

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Kata tersebut sepertinya pantas disematkan pada Dino 308 GT4. Kendati mengusung nama Dino, model yang penjualannya digadang sukses ini (terjual 2826 unit dalam kurun waktu 7 tahun), belakangan mulai terlupakan. Para kolektor justru lebih mengincar sang kakak, Dino 206 GT, Dino 246 GT dan Dino 246 GTS. Bahkan, satu unit Dino 206 S 1966 sempat terjual nyaris Rp. 38 M di rumah lelang RM Auction.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Dikenalkan di Paris Motor Show OKtober 1973, menurunnya pamor model dimaksud juga digadang disebabkan oleh dominasi Fiat di dalam tubuh Ferrari. Pasalnya, kesepakatan yang ditandatangani oleh Enzo Ferrari dengan Gianni Agnelli di Juni 1969 membuat saham Fiat di tubuh The Prancing Horse meningkat hingga 40%. Sementara saham milik Enzo sendiri bertahan di angka 49%.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Perubahan drastis pada bahasa desain Dino secara keseluruhan juga menjadi penyumbang terbesar berkurangnya popularitas model yang diproduksi mulai 1973 sampai 1976 tersebut. Ini merupakan imbas dari bergabungnya Nuccio Bertone ke Ferrari  menggantikan Sergio Pininfarina yang telah menorehkan karyanya di tubuh Dino selama 2 dekade. Mata konsumen yang selama lima tahun dimanjakan oleh guratan halus membulat sejak Dino mendebut, harus menerima kenyataan bahwa garis tegas dengan sudut-tajam yang lebih modern saat itu mulai diterapkan the Prancing Horse.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Well, puas menelanjangi sekujur tubuh padatnya, membuat saya ingin langsung menghempaskan bokong ke jok berbalut kulit di dalam. Tidak seperti mobil sport dua pintu lainnya yang lahir di era yang sama dengan Dino 308 GT4, desain pintu yang cukup gambot membuat saya leluasa untuk mengakses ruang kabin. Nyaris tanpa kesulitan dan tidak harus menahan nafas untuk mereduksi dimensi perut. Hahahaa.. Ruang untuk pengemudi juga cukup luas sehingga bebas mengatur jok untuk mendapatkan posisi berkendara yang sempurna.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Melarnya wheelbase model berbobot 1.330 kg (versi Eropa) ini merupakan imbas dari penggunaan frame tubular steel milik Dino 246 yang dipanjangkan. Tujuannya adalah guna menambah legroom pada jok belakang agar ideal untuk pengaplikasian konfigurasi tempat duduk 2+2. Jujur, saya sih tidak sempat (atau tidak mau tepatnya) mencicipi duduk di jok belakang. Alasannya hanya satu, apa enaknya naik sport car pakai supir?

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Jadi Anda paham dong, kenapa saya tidak menampik saat disodori anak kunci oleh sang pemilik Dino 308 GT4 ini. Meskipun hanya diijinkan berputar-putar di sekitar kediamannya yang asri di kawasan Kemang, namun saya diperbolehkan untuk membenamkan pedal throttle guna meladeni adrenalin yang bergejolak lepas saya mendengar raungan mesin V8 sejurus anak kunci diputar. Inilah salah satu keunggulannya. Pasalnya baru di model inilah si kuda jingkrak berani mencangkokkan mesin V8 menggantikan lumbung pacu V6 yang ada pada model sebelumnya. Sebuah antitesis dari tradisi penghasil daya yang digaungkan Ferrari saat itu.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Saya harus mengalirkan tenaga sedikit berlebih ke telapak kaki untuk menginjak pedal kopling yang terasa cukup berat. Saat menggeser tuas transmisi ke belakang dan masuk ke gigi satu, suara bass frondo yang keluar dari kuartet laras knalpot masih terdengar halus. Namun waktu putaran mesin mulai meninggi, teriakan mesin berkapasitas 3.0 liter lebih mirip karakter suara sopran dengan sedikit falsetto. Terlebih saat jarum di tachometer mendekati red line.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Tubuh seakan didorong ke belakang begitu pedal gas sedikit demi sedikit dibenamkan hingga nyaris menyentuh karpet di bawahnya. Kendati uzur, namun performa mesin yang diklaim bertenaga 250 hp ini masih cukup terjaga. Apalagi sang pemilik juga melakukan perawatan rutin setiap bulan agar Dino berteknologi dual-overhead camshaft plus 4 buah karburator Weber ini tidak hanya menjadi trailer queen semata. It’s really powerful.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Urusan kenyamanan dan keamanan juga masih dapat diandalkan walau usianya nyaris mencapai setengah abad. Pasalnya, Ferrari telah membekali sport car bermesin tengah ini dengan sistem suspensi independent, double wishbone plus coil spring di depan dan belakang. Urusan penghenti laju dipercayakan pada seperangkat rem cakram dual circuit dengan servo assist yang tertanam di balik lingkar besi Cromodora palang limanya.

Ferrari-Dino-308-GT4-COVER

Mungkin kata masuk akal lebih cocok disematkan pada the forgotten beauty ini. Baik dari sisi bandrol yang lebih terjangkau ketimbang kakak-kakaknya yang lain, namun tetap memiliki performa serta sensasi layaknya sebuah Ferrari sejati. Tak heran banyak penggemar yang menggadang Dino 308 GT4 sebagai sisi lain dari pola pikir Maranello yang menjadi sebuah inspirasi bagi Ferrari-Ferrari masa kini.