Fotografer sekaligus maniak motor asal Amerika, Aaron Brimhall, merasa percaya diri bakal memperoleh protret-potret menakjubkan selama perjalanan Indonesia Moto Adventure (IMA) 2016. Dirinya berasumsi, Indonesia memilik alam yang indah secara natural sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Melihat Indonesia memiliki alam seindah ini membuat saya tidak mengkhawatirkan apa-apa. Selama saya dan semua orang yang terlibat dalam IMA 2016 melakukan tugas dengan baik,” ungkapnya saat ditemui dalam workshop ‘Commercial Photography in Social Media’ pada, Jumat, 22 Januari 2016 di Jakarta.

Dalam acara IMA 2016, yang merupakan hasil kolaborasi antara Elders Company, Moto Guzzi Indonesia, Deus ex Machina, dan Suryanation Motorland, Aaron Brimhall bersama pegiat roda dua lainnya akan menelusuri titik-titik eksotis Pulau Lombok. Seperti Desa Sukarara, Pink Beach, serta air terjun Benang Kelambu.

Secara total, perjalanan IMA 2016 akan menempuh jarak sekitar 350 km. Perjalanan dimulai pada 23 Januari 2016 dan finish antara 29-30 Januari 2016 di lokasi perhelatan Bali Custom War 2016.

“Saya tidak mengetahui detail lokasi yang akan dikunjungi di sana sehingga belum memiliki gambaran mengenai scene yang akan diambil. Tetapi justru itu hal yang menyenangkan dari perjalanan ini. Semuanya direncanakan pada menit-menit akhir,” tambahnya.

Salah satu penggagas acara ini, Heret Frasthio, mengatakan bahwa waktu tempuh dari satu titik ke titik lainnya bisa jadi lebih lama jika dibandingkan waktu normal. “Pokoknya setiap ada spot bagus, kita berhenti. Itu yang akan memakan waktu,” ungkapnya.

Heret yang juga akan bergabung dengan tim IMA 2016 menganggap ada hubungan erat antara fotografi dan sepeda motor. Selain sebagai media aktualisasi diri, keduanya bisa mempertemukan para penggemarnya. Sehingga menghasilkan sesuatu lebih besar, seperti acara IMA 2016 yang kebetulan juga didukung oleh TheGaspol.com.

“Saya suka motor, Aaron suka motor. Ya, sudah, let’s make something together, ” tutupnya.