Hari ke-4 perjalanan Indonesia Moto Adventure (IMA) 2016 yang didukung penuh oleh Suryanation Motorland dan Moto Guzzi bisa jadi kesempatan terakhir bagi tim untuk menikmati keindahan Lombok. Pasalnya, keesokan hari mereka sudah harus menuju Bali untuk ambil bagian dalam ‘Custom War 2016’. Pada hari ke-4, tim IMA 2016 berada di perbukitan Sembalun untuk memotret lanskap yang tersuguhkan di kaki Rinjani tersebut.

Indonesia-Moto-Adventure-2016-COVER

Tujuan utama perjalanan ke Sembalun ialah Pos 2 yang merupakan batas akhir sepeda motor. “Kalau penyuka trail pasti suka banget jalur ini karena betul-betul tanah. Walau jatuh cukup kencang gak bakal sakit karena empuk,” kata Heret Frasthio. Cuaca berkabut yang menghiasi pagi hari tidak menyurutkan semangat tim IMA 2016 untuk terus mengeksplorasi kawasan tersebut. “Karena berkabut justru foto-fotonya jadi semakin dramatis,” imbuh Heret.

Indonesia-Moto-Adventure-2016-COVER

Para peserta IMA 2016 yang menggunakan sepeda motor trail atau tracker bisa jadi tidak menghadapi masalah berarti untuk menyambangi setiap jengkal kawasan perbukitan Sembalun. Namun, lain hal dengan kru yang menggunakan motor yang punya habitat di jalan raya, chopper misalnya.

Indonesia-Moto-Adventure-2016-COVER

“Kalau yang pakai trail, sih, enak bisa naik sampai atas. Kalau kita yang pakai chopperya, sedapatnya,” ujar Veroland. Tak mau kalau dengan kru lainnya yang menjelajah lebih “tinggi”, punggawa rumah modifikasi Kick Ass Chopper itu memilih membaur dengan warga lokal. Di hadapan api unggun, dirinya bersama tiga orang biker asal Lombok menikmati kopi khas Sembalun lengkap dengan kudapan-kudapan hangat yang disuguhkan warga.

Indonesia-Moto-Adventure-2016-COVER

Kisah menarik didapatnya saat ngobrol-ngobrol santai. “Katanya, ini satu desa dulu lantai rumahnya terbuat dari kotoran sapi. Karena udaranya dingin, kotoran sapi itu jadi keras sekuat semen,” imbuh Veroland sambil terheran-heran. Veroland begitu terkesan pada setiap momen yang dilewatinya dalam perjalanan IMA 2016. Dan dirinya sangat mengapresiasi para rider Lombok yang memperkenalkan tanah kelahirannya dengan sangat antusias.