Sistem kantong udara Alpinestars ‘TechAir’ yang terdapat pada race suit pembalap Avintia Racing Loris Baz memiliki andil besar dalam insiden mengerikan yang terjadi di Sepang, Malaysia. Menurut informasi yang dirilis produsen, airbag berhasil mengembang hanya 0,06 detik sebelum tubuh Baz mengalami benturan paling fatal.

Insiden yang menimpa pembalap asal Perancis berusia 23 tahun itu terjadi di lintasan lurus sirkuit Sepang ketika ia melaju dengan kecepatan 290 km perjam. Dirinya kehilangan kendali setelah mengalami pecah ban. Berdasarkan data Alpinestars, Baz terjatuh dengan gaya dampak maksimum mencapai 29,9 G, seperti yang terekam pada sensor di lengan kirinya.

Avintia Racing Loris Baz 2

Sebagai perbandingan, angka itu lebih besar jika dibandingkan insiden saat Marquez terjatuh di Mugello pada 2013 dengan kecepatan 340 km perjam. Saat itu gaya dampak maksimum ada di level 25 G. Atau, saat Lorenzo menghantam aspal Assen pada tahun yang sama. Di mana dirinya mengalami gaya dampak maksimum 22,5 G sehingga mengakibatkan tulang lehernya patah.

Pada insiden Baz, ia “meluncur’ di atas aspal selama 6,6 detik sebelum benar-benar berhenti. Tak lama kemudian Baz sudah bisa berjalan dan melanjutkan sesi tes pada hari kemudian.