Hoodie cukup populer di kalangan pemotor. Sweater berkerudung ini bisa menghangatkan tubuh ketika ridingtanpa bikin mandi keringat kalau terjebak macet.

Dalam dunia fesyen, hoodie merupakan salah satu item wajib bagi mereka yang gemar mengusung gaya street. Dan seperti item fesyen lainnya, hoodie tidak muncul begitu saja. Dia juga memiliki sejarah.

Cikal bakal kemunculan hoodie ternyata sudah terlihat sejak Abad Pertengahan ketika para biksu dan cendekiawan menggunakan kerudung untuk melindungi wajahnya.

Dalam artikel yang dipublikasi CNN, seorang profesor di Fashion Institute of Technology, New York bernama Mark-Evan Blackman mengatakan, kerudung sebagai bagian dari jaket sudah ada sejak awal abad 19. Para petani menggunakannya sebagai pelindung saat bekerja di lahan.

Sedangkan, hoodie modern yang kita kenal sekarang, kali pertama dipasarkan oleh produsen bernama Champion. Dengan sasaran pembeli orang-orang yang masuk kategori kelas pekerja. Di samping itu, Champion juga memasarkan hoodie sebagai produk olahraga.

Memasuki awal 1970-an, hoodie mulai menjadi bagian dari budaya populer. Penggunaannya disebarluaskan oleh para bomber atau artis graffiti yang berusaha menutupi identitasnya ketika ngebom.

Pada era yang sama, hoodie juga mulai masuk dunia perfilman bersamaan dengan diluncurkannya film Rocky. Di mana karakter utama film itu, yang dimainkan Sylvester Stallone acap kali terlihat mengenakan hoodie.

Lalu, seiring meledaknya musik hip hop pada periode 1980-an, hoodie pun makin terkenal. Bedanya, hoodie bukan lagi hanya milik kaum pekerja karena sudah sangat mainstream. Penetrasi musik hip hop yang kuat, bikin hoodie juga digemari para penghuni kelas menengah.