Kala berbicara mobil pick up, ingatan saya langsung tertuju pada sang legenda Ford F-150 yang telah lahir 13 generasi sejak dipasarkan Ford tahun 1948. Sebagai pencetus model double cabin yang gagah dan mampu melibas segala medan, mobil ini tidak pernah tergoyahkan dari posisi puncak sebagai mobil terlaris di Amerika Serikat.

Begitu mudahnya Ford menjual sebuah mobil yang kala itu diperuntukan para pekerja kasar untuk memanen hasil ladang di halaman belakang rumah. Hal tersebut langsung membuat Lincoln Motor Company yang berbasis di Amerika Serikat kepincut menggunakan model dan chassis F-150 yang kemudian mereka beri nama Lincoln Blackwood dan Lincoln Mark LT pada era 2000-an.

IMG_0736_resize-1

Dengan tujuan mengambil sebagian konsumen F-150 yang ada, nyatanya Lincoln malah kedodoran menghilangkan brand image dari full-size pick up truck yang ikonik dengan tulisan FORD di bagian grille depan. Hasilnya, penjualan Lincoln Blackwood dan Mark LT tidak memiliki keuntungan dan perlahan model ini tidak lagi dijual.

Jika menyoroti sepenggal cerita diatas, rasanya kehadiran Mitsubishi All New Triton yang diperkenalkan akhir tahun 2015 seakan memberikan jawaban. Mereka tidak perlu menyuguhkan sesuatu yang berbeda, toh para konsumen sudah cocok dengan model yang sudah ada. Bahkan, model terbaru tak lagi mengusung nama Strada seperti model sebelumnya.

IMG_0545_resize-1

Kami beruntung diberikan waktu lebih untuk mencobanya lagi. Setelah berkesempatan mengujinya saat peluncuran yang lalu, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) memberikan kesempatan bagi TheGaspol untuk mencoba All New Triton tipe Exceed lebih liar demi mengetahui kemampuan sesungguhnya.

Embun pagi masih belum kering saat kami sampai di lokasi Taman wisata alam Gunung Pancar, Citereup. Selepas matahari beranjak naik, kami menjalankan misi pertama yaitu mendaki gunung sampai ke puncak demi mengabadikan momen yang tak ternilai. Sepanjang jalan, tampak mata – mata para pengunjung yang bermalam di lokasi menyorot tajam seakan kagum dengan unit baru yang tampil lebih stylish. Apalagi bumper depan telah menggunakan desain grille baru yang lebih menggoda.

IMG_0598_resize-1

Untuk mendaki sampai ketinggian 800 DPL, Triton sama sekali tidak kewalahan. Kami mengandalkan mesin diesel 4D56 2.5-liter 16-valve DOHC Common Rail DI-D yang diusung tipe Exceed. Selain itu berkat turbocharger (VGT), kami berbekal torsi 400 Nm yang dapat diraih hanya dalam rpm 2.000.

Tak hanya itu, model terbaru kini telah dilengkapi Easy Select 4WD dimana Anda dapat memindahkan mode penggerak roda 2H ke 4H saat kendaraan sedang berjalan. Inilah yang sangat membantu kala melibas tanah di Gunung Pancar yang kala itu gembur karena habis diterpa hujan semalaman.

IMG_0564_resize-1

Untuk sampai ke puncak Gunung Pancar, kami hanya menghabiskan waktu 30 menit. Pencapaian waktu ini tergolong cukup singkat. Bahkan fotografer kami yang memutuskan untuk menunggangi sepeda motor guna mencari lokasi terbaik di atas, tidak memiliki selang waktu yang cukup karena kami justru sampai lebih cepat dari dugaannya.

Saat ditanya mengapa cepat sekali, Saya hanya bisa berkata bahwa radius putar 5,9 m yang dimiliki Triton, serta J-Line desain pada bentuk kerangka double cabin membuatnya semakin lincah bermanuver. Melewati sela – sela batu, membelah pepohonan, bukan hal yang sulit, apalagi Less Splashing on Windshiled yang digunakan, membuat pandangan ke depan begitu terbuka lebar sehingga mudah untuk melihat jarak aman.

IMG_0707_resize-1

Berada di dalam kabin, kami pun merasa sangat nyaman dan aman. Pasalnya, tak hanya mumpuni dipakai bertualang, mobil ini juga telah dibekali dengan perangkat keselamatan nomor wahid, antara lain Dual SRS Airbag, Safety Belt with Pretensioners dan rem Automatic Braking System (ABS) with Electronic Brake Distribution (EBD) yang membuat pengereman merata sesuai dengan beban pada kendaraan.

Kurang lebih 2 jam kami menghirup udara segar di puncak, akhirnya kami memutuskan untuk turun untuk segera kembali ke Jakarta. Selama menuruni puncak, Saya sebagai pengemudi cukup terkesima dengan kinerja suspensi Independent wishbone, coil spring, telescopic shock absorber, torsion bar with stabilizer pada bagian depan, serta Rigid axle, eliptic leaf spring, telescopic shock absorber yang terpasang di belakang. Keduanya dapat membuat penumpang seakan berada di passanger car kelas atas. Jika dilihat, gerak roda sangat lentur seperti orang sedang melakukan gerakan Yoga.

IMG_0520_resize-1

Sampai akhirnya kami kembali ke Jakarta. Pengalaman menunggangi All New Triton ke puncak Gunung Pancar akan menjadi cerita yang sangat menarik untuk rekan – rekan para pecinta double cabin. Saya pun langsung memberikan rekomendasi pada rekan yang ingin membeli mobil jenis ini, harga yang ditawarkan PT KTB pun cukup bersaing, varian tertinggi DC Exceed Hi-Power 2.5L AT (4×4) dibanderol Rp 406 juta (On the Road).