Hari libur telah tiba. Petakanya mereka yang berpergian ini rata-rata menggunakan kendaraan pribadi, bukan transportasi umum seperti bus, kereta, dan pesawat. Nah, jika benar begitu, Jasa Marga telah memprediksi kenaikan jumlah kendaraan pribadi yang akan meningkat di hari libur 4-8 Mei 2016.

“Bila pada hari biasa, rata-rata kendaraan yang melintas sekitar 77.770 kendaraan per-harinya, maka pada puncak libur panjang awal bulan Mei tahun ini diperkirakan akan mencapai 106.594 kendaraan,” ujar Direktur Operasi Jasa Marga, Christantio Prihambodo.

Nah, untuk kawasan dengan kenaikan jumlah kendaraan yang cukup signifikan yakni GT Ciperna Utama arah Jawa Tengah yang terjadi lonjakan 77,46% atau mencapai 23.400 kendaraan dibanding hari biasa yang hanya 13.186 kendaraan.

Gerbang Tol lainnya yang juga mengalami peningkatan volume lalu lintas yaitu GT Cibubur Utama Jalan Tol Jagorawi. Pada hari biasa volume kendaraan hanya sekitar 72.097 kendaraan, sedangkan untuk hari libur besok bisa mencapai 103.151 kendaraan atau melonjak 43,07%.

Selain itu, lonjakan volume lainnya juga akan merambah GT Karang Tengah, jika pada hari biasa hanya 105.597 kendaraan yang melintas, berbeda dengan hari libur yang diprediksi akan mencapai 111.563 naik 5,65%..

Sementara untuk puncak arus keluar Jakarta diprediski akan terjadi pada hari Rabu, 4 Mei 2016 dan arus balik masuk ke Jakarta akan terjadi pada Minggu 8 Mei 2016. Nah, untuk mencegah kemacetan tersebut, Jasa Marga dan Kepolisian mempunyai caranya.

  1. Pada Simpang Susun (SS) Cikunir akan ditempatkan petugas untuk pengaturan lalu lintas yang akan menuju Cikampek.
  2. Rencana melakukan pengalihan arus lalu lintas di Ramp 5 Cikunir via Sodetan Kalimalang.
  3. Buka/tutup dan pengaturan parkir di Tempat Istirahat Ruas Jakarta-Cikampek (TIP Km 19 Arah Cikampek, TI Km 33 Arah Cikampek, TI Km 39 Arah Cikampek ,TI Km 62 Arah Jakarta) dan Tempat Istirahat Ruas Purbaleunyi (TIP 97 Arah Jakarta).
  4. Pengaturan lalu lintas GT Cikarang Utama 1 :
  • Transaksi Jemput Kendaraan (JKR);
  • GT. Cikarang Utama 2 yang semula GT Exit secara bertahap digunakan menjadi GT.

Entrance:

  • Pengalihan arus lalu lintas melalui GT Cikarang Barat 3 dan masuk kembali melalui
    GT Cikarang Barat 1 untuk arus mudik;
  • Pengalihan arus lalu lintas melalui GT Cikarang Barat 2 dan masuk kembali melalui
    GT Cikarang Barat 4 untuk arus balik.
  1. Dalam kondisi darurat atau terjadi antrean panjang, dilakukan pengoperasian Contra
    Flow pada sekitar wilayah TI:
  • Arus Mudik Km 14+000 s/d 23+600 dan Km 35+000 s/d 41+000 Jalur A (Arah
    Cikampek);
  • Arus Balik Km 65+000 s/d Km 50+000 dan Km 44+800 s/d Km 42+200 Jalur B
    (Arah Jakarta)
  1. Saat arus balik di Km 66 dilakukan pengaturan lalu lintas oleh petugas dan memperpanjangdedicated lane untuk lalu lintas dari arah Tol Cipularang.
  2. Jasa Marga juga menyiapkan Unit Layanan Jalan Tol di ruas tol yang dikelola dengan total jumlah 244 unit dengan rincian 97 unit kendaraan derek standar, 54 unit kendaraan layanan jalan tol, 22 unit ambulans, 14 unit kendaraan rescue, 57 unit Patroli Jalan Raya dan 2 unit kendaraan derek multiguna (Komo).

Untuk mempercepat penanganan gangguan perjalanan, kendaraan multiguna (Komo) ditempatkan masing-masing 1 unit di GT Tambun Km 22 Ruas Jakarta–Cikampek, dan 1 unit di Workshop Ruas Jakarta-Bogor-Ciawi.