Petikan maut David Gilmour dari band Pink Floyd menjadi pembuka sebuah video dokumenter yang berisikan tentang sebuah ajang balap legendaris di Mexico bertajuk La Carrera Pan Americana. Ya, adu kebut dari perbatasan ke perbatasan di the Land of Enchantement ini sama bersejarahnya seperti Mille Miglia dan Targa Florio di Italia. Mungkin itu alasannya kenapa Gilmour bersama sang drummer Nick Mason dan managernya Steve O’Rourke memilih untuk ikut bertarung di balapan ini dan mengisi soundtrack video dimaksud.

Saking melegendanya, pabrikan sebesar Porsche AG mempersembahkan model khusus untuk mengenang ajang balap terkenal medio 50-an ini, Panamera. Inspirasi desainnya didapatkan Porsche dari mobil konsep 989 yang diproduksi pada 1980-an. Ciri khas utamanya adalah desain kabin yang luas, interior mewah, hood yang panjang, dan area kargo belakang yang lapang.

Porsche Panamera S

Porsche Panamera awalnya hadir di dalam tiga varian di 2009 yaitu, Panamera S, 4S Panamera, dan Panamera Turbo. Baru dua tahun kemudian Hybrid Panamera S, serta turbo dan GTS model. Sedangkan S, diesel, dan model hybrid memiliki rear-wheel drive, Panamera 4, GTS, dan versi turbo memiliki sistem Porsche Traction Management yang telah dipatenkan. Kemudian, beberapa model telah mendapatkan facelift, seperti yang kami coba ini merupakan model terbaru yang diperkenalkan pada Shanghai Auto Show 2013.

Selagi asyik termenung di jok depan dan terlena oleh kenyamanan kabin, teguran sang fotografer sontak membuyarkan lamunan. Ya, dia heran kenapa mesin Porsche Panamera S tidak juga saya hidupkan. Wajar saja, selain sedang membayangkan menjadi seorang Nick Mason, saya juga bingung mau membawa si bongsor ini kemana. Pasalnya kami baru saja berjibaku dengan hiruk pikuknya jalan di kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat tempat diler Porsche milik Eurokars berada.

Porsche Panamera S

Meskipun seutuhnya telah dilansir Porsche tahun 2009 silam. Panamera S adalah sedan high-end, empat pintu mewah yang telah mendapatkan sorotan dari kolektor mobil dan para penggemarnya. Mereka yakin mobil ini akan menjadi investasi yang sangat berharga. Apalagi diproduksi oleh Porsche AG, salah satu produsen mobil yang akrab dengan rakitan sedan sport dua pintu.

Aha, Saya punya ide. Mencobanya tak perlu berlama – lama di jalan raya. Saya pun langsung mengarahkan Panamera S ke kawasan Gading Serpong, via tol BSD, Tangerang. Pasalnya, yang kami cari kali ini adalah merasakan kenyamanan ekstra dari dalam kabin. Jika dilihat dari dalam, konfigurasi kursi belakang sudah mengisyaratkan jok untuk kaum eksekutif yang terbiasa berlama – lama di dalam mobil dengan mengerjakan ragam kewajiban harian. Kursi hanya tersedia untuk 2 orang dewasa, karena konsol tengah menginterupsi sambungan kursi belakang, sehingga letaknya terpisah.

Porsche Panamera S

Bosan berlama – lama di dalam kabin? Saya rasa hal ini sangat mustahil, apalagi Panamera S telah menggunakan sistem hiburan Porsche Communication Management (PCM) untuk fungsi audio, navigasi dan komunikasi yang siap menemani perjalanan kami jalan-jalan sore di kawasan Tangerang Selatan. Untuk mengaturnya, Panamera S dilengkapi dengan head unit layar sentuh berukuran 7 inci, semua sistem hiburan dan telpon bisa diakses langsung dengan bantuan voice command tanpa perlu menekan tombol langsung.

Meskipun tampilannya sangat elegan, ternyata mesin V6 yang diusung Panamera S dapat diberdayakan dengan pilihan drive mode Sport dan Sport Plus yang diatur dari konsul tengah. Porsche juga mengklaim untuk mengajaknya berlari dari diam hingga 100km/ jam hanya membutuhkan waktu 5,1 detik. Sebab, mesin V6 biturbo 3.0-liter yang digendongnya dapat memuntahkan tenaga hingga 420 Hp.

Porsche Panamera S

Selain itu, Adaptive air suspension yang dimiliki dapat diatur tingkat ketinggian dan kekerasannya, hanya dengan menekan tombol yang terdapat di konsol tengah. Semakin tinggi suspensi akan semakin luas cakupan jelajah, sedangkan jika semakin keras mobil lebih terasa dinamis. Kami telah mencobanya di tol JORR untuk menemukan kestabilan terbaik mobil ini. Pun saat kecepatan tinggi dijalanan yang masih terbilang tidak rata ternyata gejala limbung terasa sangat minim. Keseimbangan suspensi ini sangat terjaga lewat sistem sensor PSM (Porsche Stability Management).

Capaian kami pun berakhir di salah satu lokasi play ground yang ada di kawasan Gading Serpong. Dengan beberapa jepretan foto yang sesuai, kami membuktikan bahwa mobil ini sangat cocok digunakan harian dengan rentan usia pengemudi 25-50 tahun. Dengan begitu, fakta ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa tidak semua mobil Porsche identik dengan kemapanan dan kedewasaan. Toh ternyata Panamera S yang kami gunakan masih sangat cocok untuk digunakan oleh kaum eksekutif berjiwa muda.Porsche Panamera S

PT Eurokars Artha Utama
Jl. Panjang no. 8, Kebon Jeruk
021-5366 9000