Volkswagen terbilang hampir tak pernah gagal memproduksi mobil di dunia. Sejak berdiri 79 tahun silam, saat melahirkan model perdana yang hadir lewat campur tangan Adolf Hitler, VW Type 1 alias VW Beetle, hingga mendobrak ranah otomotif lewat model XL1 yang diklaim punya konsumsi bbm paling irit (0,90L/100km). Namun kali ini bukan model-model diatas yang akan menjadi pembahasan kami. Melainkan hasil karya pabrikan asal Wolfsburg lainnya yang sukses meraih beberapa penghargaan sebagai mobil terbaik di berbagai belahan dunia, Volkswagen Polo.

Meski generasi kelima atau yang disebut MK5 ini pertama hadir di Indonesia pada 2008 silam, namun Polo dengan ubahan facelift ini kembali diperkenalkan di tanah air pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 lalu. Tak hanya mengubah penampilan, PT Garuda Mataram Motor selaku Agen Pemegang Merek VW di Indonesia juga menghadirkan sebuah sumber tenaga baru yang lebih bertenaga.

IMG_7409-1

Seperti halnya desain yang ditawarkan pabrikan Eropa, Polo 1.2 TSI pun masih tetap menganut gaya garis kaku dan tegas namun memberikan efek tampilan elegan dan berkelas. Sungguh berbanding terbalik memang dengan pabrikan Jepang di pasaran yang kerap memiliki model menyudut, sehingga mirip mobil konsep.

Lampu berdesain trapezoidal dan grill horizontal beraksen silver, membuat tampang Polo facelift ini lebih sportif. Gaya yang juga identik digunakan pada Volkswagen model lainnya, turut diaplikasikan pada Polo berkode sasis 6C seharga Rp 259 juta (otr Jakarta) ini.

IMG_7455-1

Memang bukan kelapangan kabin yang diutamakan VW dalam memproduksi Polo sebagai kendaraan kompak. Dengan postur setinggi 170 cm, duduk di bagian depan masih memberikan cukup kelegaan. Namun jika harus duduk di kursi penumpang belakang, ruang kaki dan kepala yang tersisa kurang memberikan keleluasaan bergerak.

Berbeda dengan sektor kenyamanan, duduk di kabin VW Polo memberikan sandaran yang mumpuni bagi punggung dan ketebalan busa jok yang pas bagi bokong. Dengan desain semi-bucket, duduk pun tak bergeser meski harus melawan gravitasi saat bermanuver cepat. Perut pun jauh dari rasa mual saat harus mengikuti ritme tikungan.

IMG_7489-1

Putaran lingkar kemudi yang terasa sedikit berbobot meski telah menggunakan Electric Power Steering (EPS), justru membuat pengendalian terasa lebih realistis. Ada rasa perlawanan dari kemudi yang membuatnya asyik diajak melibas tikungan cepat maupun lambat sambil memainkan Paddle Shift di mode manual. Modul pintar pengatur beban pergerakan setir di berbagai kecepatan ini sungguh memberikan akurasi yang sesuai bagi pengemudi.

Dengan karakter suspensi moderate yang tidak terlalu mengayun namun memberikan redaman yang cukup saat melibas aspal bergelombang, mengendarai Polo terasa lebih santai dan percaya diri tanpa takut adanya pergeseran cengkeraman ban.

IMG_7468-1

Ekspektasi kami akan mobil kecil yang melayang saat dibesut di ruas tol, seketika sirna. Ruas tol lingkar luar Jakarta yang terkenal dengan lapisan beton bergelombang mampu diredam baik oleh sistem suspensi racikan VW pada Polo dan tak membuat kami ragu untuk terus ‘membejeknya’ konstan di 100 Km/jam.

Bicara soal sumber tenaga baru dibalik kap motor, aplikasi induksi Turbocharger pada mesin 4-silinder yang hanya berkapasitas 1.197 cc, mampu mencapai puncak tenaga tertinggi pada 105 dk di 5.000 rpm.

IMG_7349-1

Adopsi pemampat udara pada saluran masuk yang mampu meningkatkan torsi mencapai 175 Nm pada 4.100 rpm dan komposisi transmisi otomatik 7-percepatan dual-clutch, membuat siapapun pasti menyukai membesut Polo di kondisi lalu lintas stop and go karena ‘jambakan’ tenaganya sungguh terasa sejak putaran bawah.

Dengan perolehan angka akselerasi 0-100 Km/jam selama 10 detik, saat diajak cruising dalam kota di kecepatan rata-rata 22 Km/jam tingkat efisiensi bahan bakarnya mencapai 13 Km/liter. Sementara menurut pengujian yang kami lakukan di ruas tol dengan rata-rata kecepatan 90 Km/jam, VW Polo mencatat angka kehematan 20 Km/liter.

IMG_7386-1

Selain fitur keselamatan standard berkendara yang sudah terakreditasi bintang lima pada pengetesan Euro NCAP di model ini, Polo 6C juga dilengkapi fitur Automatic Post-Collition Braking System yang secara otomatis dapat mereduksi kecepatan guna terhindar dari insiden tabrak belakang kendaraan di depan.

Sayangnya fitur infotainment layar sentuh menjadi opsional bagi konsumen VW Polo di Indonesia. Namun sebagai bawaan, PT Garuda Mataram Motor memberikan Headunit 2Din yang dilengkapi dengan akses Bluetooth terintegrasi dengan multi switch pada lingkar kemudi untuk sambungan telefon dan pengaturan fitur hiburan berkendara tersebut.

IMG_7508-1

Bagi yang sudah terbiasa dengan penyajian khas mobil Eropa, Polo bisa dijadikan andalan sebagai alternatif moda transportasi yang lebih efisien dengan kapasitas mesin kecil tetapi tak mengurangi sensasi tenaga pacunya.

Namun bagi yang belum pernah bercengkrama dengan gaya Eropa, Volkswagen Polo 1.2 TSI dapat menjadi entry level ke taraf berkendara dengan keasyikan lebih mumpuni dan kenyamanan lebih dari mobil di kelasnya dari pabrikan negeri lain.