Selama lebih dari 45 tahun spirit dan roh ranah adu kebut ditularkan oleh AMG pada setiap produk yang keluar dari garasinya. Di medio 60-an Hans Werner Aufrecht bersama Erhard Melcher berhasil menerapkan formula jitu guna mendongkrak tenaganya dari 170 bhp menjadi 238bhp. Dewi fortuna berpihak. Hasilnya Mercedes-Benz 300SE racikan mereka yang dipacu Manfred Schiek mampu menjuarai 10 seri German Touring Car Championship 1965. Prestasi gerai yang namanya diambil dari Aufrecht, Melcher dan Großaspach ini terus berlanjut hingga akhirnya diakuisisi oleh Mercedes-Benz.  Berikut adalah 10 model yang kami anggap paling ikonik selama sejarah panjang AMG:

01-mercedes-benz-ssk-and-amg-300-sel-in-the-spotlight-once-again_9

 

Mercedes-Benz 6.8 SEL “Red Pig”
Banyak orang yang memandang sebelah mata saat AMG memutuskan untuk memodifikasi salah satu mobil eksekutif milik Mercedes-Benz saat itu guna bertarung di ajang balap. Pasalnya, ranah adu pacu di era itu dikuasai oleh mobil-mobil “kecil” produksi Alfa Romeo dan bahkan BMW. Menggunakan basis mesin Mercedes-Benz berkapasitas 6.3 liter, AMG melakukan sentuhan midasnya dan mendongkrak kubikasi lumbung pacu Mercedes-Benz 300 SEL menjadi 6.8 liter dengan semburan tenaga hingga 428bhp. Tidak diduga mobil berjuluk Red Pig ini masuk finish pertama di kelasnya dan kedua overall pada ajang 24 Hours of Spa.

amg_300e_6-0_-hammer-_330

Mercedes-Benz AMG 300E 6.0 “Hammer”
Kesuksesan AMG di atas sirkuit membuat AMG berniat untuk mengepakkan sayapnya ke aspal jalan raya. Lantaran butuh garasi dengan kapasitas lebih besar, maka di 1976 mereka memutuskan untuk pindah ke Affalterbach. Satu dekade kemudian mereka mengguncang dunia otomotif setelah menghadirkan Mercedes-Benz E-Class W124 bermesin V8 5.6 liter yang sanggup memuntahkan tenaga hingga 385 hp berjuluk Hammer. Dengan kemampuan berakselerasi 0-96 km/jam dalam waktu 5 detik plus kecepatan puncak 305 km/jam. Tak heran jika Mercedes-Benz 300E AMG Hammer digadang sebagai pelumat supercar di masa jayanya.

mitsubishi_galant_amg_1

Mitsubishi AMG Gallant
Ada satu produk yang mungkin banyak orang lupa. Ya, AMG tidak melulu meracik mobil di bawah payung Mercedes-Benz. Ini adalah buktinya. Di 1998, mereka sempat digandeng oleh Mitsubishi guna meracik tampilan Mitsubishi Gallant Eterna GTi 16v dan melahirkan Mitsubishi AMG Gallant. Mesin 4G63 2.0 liter bawaan mendapatkan sentuhan AMG pada bagian piston, camshaft, valve spring, rocker arm, manifold, exhaust system hingga melakukan remapping di ECU. Hasilnya, performa pun meningkat. Tenaga dan torsi standar sebesar 143 bhp / 172 Nm didongkrak menjadi 168 bhp / 191 Nm. Model ini hadir dalam dua tipe; tipe I lengkap dengan body kit AMG dan tipe II mengadopsi body kit bawaan Galant Eterna.

972b54f8156d0fd5f3692dbb9256baad

Mercedes-Benz 190E 3.2 AMG
Bagi sebagian orang, pesona Mercedes-Benz 190E 2.3-16 (W201) sudah di atas segalanya. Hingga mereka melupakan satu model yang digadang sebagai Baby Hammer. Ya, Mercedes-Benz 190E 3.2 AMG merupakan model pertama yang dijual resmi di diler Mercedes-Benz lengkap dengan garansi resmi plus opsi kelir hitam dan silver. Berkat mesin straight six alias 6 silinder segaris 3.2 liter bertenaga 234 bhp yang ada di balik bonnetnya, membuat model ini disematkan julukan Baby Hammer. Mau tahu kecepatan puncak model yang hanya diproduksi sebanyak 200 unit ini? Cukup 260 km/jam saja.

maxresdefault-4

Mercedes-Benz C36 AMG
Tidak seperti model-model sebelumnya dimana AMG hanya memodifikasi beragam varian Mercedes-Benz, baru pada C36, AMG berkolaborasi dengan Mercedes-Benz secara resmi. Model yang waktu itu disiapkan untuk menghadang laju BMW M3 bermesin enam silinder tersebut dilengkapi dengan sistem suspensi racing (lebih rendah 25 mm dibanding standar) serta lumbung pacu 3.6 liter. Mesin yang awalnya bertenaga 276 hp tersebut menurut AMG bisa ditingkatkan hingga 287 hp. Mercedes-Benz C36 AMG mampu berlari dari diam sampai kecepatan 97 km/jam hanya dalam waktu 5,8 detik dengan kecepatan puncak 250 km/jam. Dan jika pembatas kecepatan secara elektronik bawaan model yang hanya diproduksi sebanyak 5.200 unit ini dilepas, top speednya bisa tembus 272 km/jam.

sl73-amg-for-sale-http-www-benzworld-org-forums-w124-e-ce-d-td-class

Mercedes-Benz SL73 AMG
Kesuksesan penjualan C36 AMG menutup mata orang terhadap model legendaris AMG lainnya. Untungnya radar kami berhasil mendeteksi salah satu diantaranya, Mercedes-Benz SL73 AMG. Memang, pabrikan Eropa gaungnya kurang santer ketika memproduksi mesin-mesin berkubasi gambot. Tidak seperti manufaktur Negara Paman Sam. Namun ini tidak menutup mata AMG yang kemudian mencangkokkan mesin M120 V12 berkapasitas 7.3 liter ke dalam kompartemen mesin Mercedes-Benz SL R129. Hasilnya sebanyak 85 unit Mercedes-Benz SL73 AMG bertenaga 525 hp keluar dari dapur produksinya. Bahkan, mesin ini juga dilirik oleh Horacio Pagani yang kemudian mengadaptasikannya pada Pagani Zonda. Di tangannya, penghasil daya dimaksud mampu meneriakkan tenaga hingga 678hp.

1998_mercedes-benz_clk-gtr_rm-auctions_2

Mercedes-Benz CLK GTR
Didesak oleh kebutuhan untuk memenuhi standar homologasi FIA untuk ajang FIA GT Championship, Mercedes-Benz dan AMG terpaksa membangun 25 unit Mercedes-Benz CLK GTR versi left hand drive untuk dipacu di jalan raya. Kecuali satu unit versi stir kanan yang diproduksi khusus sesuai pesanan Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah. Walau aura sirkuit masih terasa kental lewat penggunaan mesin V12 6.9 liter bertenaga 604 hp dengan torsi 775 Nm, namun model ini tetap dibekali dengan kemewahan khas pabrikan bentukan Gottlieb Daimler dan Carl Benz. Mulai dari balutan kulit di beberapa bagian, sistem pendingin udara, hingga teknologi kontrol traksi.

g55_3_4r1

Mercedes-Benz G55 AMG
Urusan racik meracik model sedan, tidak ada yang menyangsikan AMG. Lalu bagaimana dengan Sport UV? Tantangan ini dijawab oleh para punggawa Affalterbach dengan menelurkan karya dengan menggunakan basis Sport UV mewah buatan Magna Steyr, Mercedes-Benz G55 AMG. Di tangan AMG, Gelandewagen dipersenjatai dengan mesin V8 5.4 liter bertenaga 500 hp. Hasilnya, Sport UV berbobot 2,5 ton ini sanggup melaju dari 0 – 97 km/jam hanya dalam waktu 5 detik. Lebih dari satu dekade kemudian, AMG masih memproduksi G-Class. Bedanya, G65 saat ini mengadopsi lumbung pacu V12 berkapasitas 6.0 liter dengan daya mencapai 612 hp.