Sepatu tracking merupakan inspirasi awal Hirokui Sunouchi saat mengembangkan desain Toyota All New Sienta untuk pasar Indonesia. Pasalnya, Toyota ingin agar Sienta dapat diandalkan oleh para konsumen Indonesia yang aktif dengan segala kegiatan harian yang mampu bertransformasi menjadi pacuan keluarga di akhir pekan. Karenanya, meski mengusung genre Multi Purpose Vehicle (MPV), namun PT Toyota Astra Motor (TAM) menyematkan sebutan lain, yakni Multi Activity Vehicle.

Hal ini tercermin dari desainnya yang sporti namun masih memiliki nuansa elegan yang tetap mendukung sisi aerodinamika sebuah kendaraan. Seperti biasa, bahasa desain yang ingin disampaikan Toyota lewat Sienta mengundang pro dan kontra bagi yang memandangnya. Tak sedikit yang menganggap desain futuristik yang dianut Sienta ini aneh, namun banyak juga yang menyukai modelnya. Bagi kami pribadi, rancangan yang ditawarkan Sienta untuk pasar Indonesia cukup memukau. Setidaknya, inilah MPV Japs Style masa kini yang mulai meninggalkan model boxy.

toyota-sienta-3

Apalagi Toyota menawarkan hingga tujuh pilihan warna atraktif seperti Black Mica Metallic, Brown Mica Metallic, Grey Metallic, Brown Metallic, Silver Metallic dan Super White pada All New Sienta serta satu kelir andalan Orange Metallic.

Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget konsumen tanah air, TAM sengaja memberikan empat opsi varian Sienta, mulai dari E, G, V dan Q. Unit yang kami uji coba kali ini adalah varian tertinggi dan paling lengkap dari All New Sienta, yakni tipe Q.

toyota-sienta-13

Pada tipe Q, Sienta telah dilengkapi pencahayaan mutakhir dengan Bi-Beam LED di lampu utama, Daylight Running Light, pintu geser elektrik dua sisi, Keyless Entry, Engine Start/Stop button, Headunit layar besar berbasis Android dengan Air Gesture, AC Digital Climate Control, panel instrumen TFT LCD 4,2 inch dan Multi Switch steering wheel. Sementara pada varian dibawahnya, satu-persatu fitur tersebut disunat termasuk seperti keamanan penunjang berkendara Vehicle Stability Control dan Hill Start Assist untuk mereduksi harganya

Sebagaimana mobil di kelas small MPV, Sienta menawarkan berbagai kepraktisan yang menunjang pengendaranya. Seperti banyaknya tersedia laci tertutup hingga tiga buah, dimana salah satunya tersembunyi dibawah kursi penumpang kiri depan. Sementara dua buah laci terbuka tersedia di bagian dasbor kiri dan tengah untuk meletakkan ponsel hingga dompet.

toyota-sienta-10

Untuk menunjang perjalanan jauh di akhir pekan, All New Sienta memberikan delapan cup holder yang dapat digunakan sebagai wadah penempatan botol minuman ringan yang tersebar mulai dari dasbor depan, hingga bangku baris ketiganya.

Masih soal kepraktisan, Sienta memberikan fitur pelipatan bangku pintar yang dapat memberikan ekstra ruang di bagian belakang saat dibutuhkan. Bangku baris ketiga dengan konfigurasi 50:50 dapat dilipat dan dimasukkan ke bawah jok tengah, sehingga memberikan lantai bagasi yang rata.

toyota-sienta-9

Jika masih membutuhkan ruang lebih untuk membawa barang, bangku baris kedua dapat dilipat kearah depan guna menambah kapasitas angkut barang. Dengan konsekuensi hanya dapat mengangkut dua orang penumpang termasuk pengemudi di bangku depan.

Seperti saat sesi pengetesan dan pemotretan yang kami lakukan sambil menikmati sejuknya udara pegunungan di Ciawi sambil bersepeda. Tidak sulit memuat sebuah mountain bike di kabin Sienta beserta perabotan keperluannya seperti tas baju ganti dan boks pendingin minuman agar selalu segar dalam perjalanan.

toyota-sienta-5

Ketebalan busa yang terdapat pada bangku depan Sienta, masih mengakomodir pengemudi dan penumpang untuk duduk dengan nyaman. Posisinya pun terbilang ergonomis, karena dengan mudah dapat menggapai tombol dan laci-laci yang ada di dasbor tanpa perlu usaha lebih untuk menggerakkan tubuh.

Sayang absennya laci konsol tengah yang biasanya diandalkan banyak pengemudi untuk mengistirahatkan siku, membuat lengan pengemudi cepat lelah karena harus terus-terusan menggenggam lingkar kemudi. Meski gaya mengemudi seperti ini tidak disarankan oleh para instruktur safety driving, namun saat berada di tengah kemacetan lalu lintas, hadirnya konsol tengah untuk meletakkan siku dianggap penting oleh banyak konsumen Indonesia.

toyota-sienta-15

Bangku baris tengah yang notabene dirancang untuk tiga penumpang, nyatanya terasa sempit jika terisi penuh oleh penumpang berpostur tinggi rata-rata orang Indonesia dengan tinggi hingga 170 cm. Apalagi jika harus bepergian jauh menempuh jarak ratusan kilometer, sepanjang perjalanan penumpang akan sulit bergerak bebas kendati masih menyisakan ruang kepala dan kaki yang cukup.

Sementara di baris ketiga, meski bangku baris tengah dapat disetel maju-mundur posisinya, namun kurang memberikan keleluasaan gerak bagi penumpang dewasa. Minimnya ruang kaki, membuat lutut kerap mentok ke sandaran belakang baris tengah. Sehingga lebih mirip dibilang bangku tambahan, ketimbang bangku baris ketiga.

toyota-sienta-14

Atau dengan kata lain Sienta lebih cocok disebut sebagai mobil penumpang dengan konfigurasi jok 5+2 daripada MPV tujuh penumpang atau seven seater.

Dengan sumber tenaga 1.500 cc dual katup VVT-I, membesut Sienta di jalur menanjak khas pegunungan dengan terisi beban sekitar 350 Kg terasa masih bertenaga meski bertransmisi otomatik CVT. Mesin terbaru rakitan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) berkode 2NR-FE tersebut juga cukup responsif untuk diandalkan di padatnya lalu lintas Jakarta.

toyota-sienta-2

Urusan konsumsi bensin, menurut pengujian yang kami lakukan menghasilkan angka perbandingan 12,2 Km/liter untuk penggunaan dalam kota dengan kecepatan rata-rata mencapai 22 Km/jam. Sementara untuk penggunaan konstan di jalan bebas hambatan dengan rata-rata kecepatan 90 Km/jam, Satu liter bensin RON 92 yang kami gunakan dapat menempuh jarak sekitar 19,8 Km/jam.

Di luar ekspektasi kami, sebagai sebuah MPV, pengendalian Sienta terasa cukup presisi. Umumnya respon  minivan, kurang mengikuti kemauan lingkar kemudi. Namun saat kami pacu Sienta di kecepatan 90 km/jam di jalan menikung, tak terasa gejala body roll dan ban terus menapak di aspal tanpa decitan.

toyota-sienta-1

Ayunan suspensi mobil rakitan Toyota di Karawang tersebut bisa dibilang mampu memberikan kenyamanan prima bagi para penumpangnya baik saat kosong ataupun beban penuh. Tidak terasa terlalu mengayun yang membuat penumpang lekas mual, juga tak terlalu berasa pantulan yang terlalu keras saat mengayun yang membuat letih pinggang seisi kabin.

Dengan rentang harga berkisar Rp 245 juta hingga Rp 296 juta, Toyota All New Sienta bisa menjadi pilihan yang pas bagi keluarga kecil. Selain cukup nyaman untuk digunakan sebagai moda transportasi harian, di akhir pekan Sienta juga dapat diandalkan sebagai kendaraan rekreasi keluarga ataupun beraktivitas luar ruang bersama kolega dan sahabat.