Tahun demi tahun industri otomotif di tanah air terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tidak bisa bisa dipungkiri memang, lantaran permintaan dari konsumen yang kian tinggi sehingga bermacam produk sepeda motor dan mobil terus bermunculan. Perkembangan ini jelas berdampak pula pada permintaan produk-produk turunannya, salah satunya adalah
pelumas dan aditif.

Untuk itulah Bardahl Additives & Lubricant kini kembali hadir meramaikan pasar pelumas dan aditif di Indonesia. Meskipun sempat menghilang dari pasaran, Bardahl yang menggandeng PT Anugerah Lubricant Indonesia (ALI) kini tengah mempersiapkan 22 jaringannya guna melakukan penetrasi di pasar yang membesarkan namanya tersebut.

“Memang kami akui terlambat masuk ke Indonesia. Sebelumnya sudah sempat masuk pasar Indonesia tapi bukan principal langsung, melainkan distributor. Dan sekarang kami kembali,” ujar Syafrian Effendi, Director PT ALI (17/11).

Kembali meramaikan pasar pelumas dan aditif di Indonesia jelas Bardahl memiliki beberapa strategi agar mampu bersaing.

“Strategi kami antara lain adalah merapikan jaringan distributor di daerah. Dan yang menjadi andalan kami adalah teknologi C60 yang terdapat pada produk kami.” lanjutnya.

C60 (Carbon 60) sendiri merupakan molekul berskala mikron (1/100). Molekul ini masuk kedalam kategori nanoteknologi yang diklaim mampu nemembus pori-pori mikroskopis dan meresap di permukaan logam sehingga mampu memberikan perlindungan unggul pada mesin. Dan juga mengurangi biaya perawatan bagi konsumen lantaran mesin akan berkinerja lebih baik.

Saat ini produk pabrikan yang bermarkas di Seattle, Washington DC ini tersebar di 89 negara, dan fasilitas produksi di 8 negara meliputi Amerika, Belanda, Italia, Spanyol, Kanada, Singapura, Brasil, dan Argentina. Selain itu Bardahl juga dipercaya sebagai oli OEM (Original Equipment Manufacture) beberapa merek ternama, antara lain BMW, Volvo, Cummis, Daimler, NMMA Detroit Diesel, MAN, Jalos, NSF, dan API.