Sudah bukan rahasia lagi kalau Sentosa Island punya segudang cara untuk memeriahkan pelesir Anda. Sejumlah titik wisata populer tersedia di salah satu kawasan reklamasi sukses di dunia ini. Namun, bagi kami, kunjungan ke Singapura sekarang menyimpan misi yang lebih hakiki ketimbang berfoto di hadapan globe raksasa bertuliskan “Universal”.

Ada kesenangan besar menunggu: Porsche 718 Boxster S. Sebuah sportscar yang telah mengalami evolusi hingga mencapai wujudnya sekarang. Latar belakang kemunculan mobil ini bisa ditarik ke era 1957 hingga 1962 yang menjadi masa keemasan Porsche.

Manakala mobil balapnya langganan podium kejuaraan di Eropa. Mulai dari balap mengitari Sirkuit Nurburgring, lomba ketahanan Le Mans 24 Hour hingga kompetisi adu cepat European Hill Climb Championship.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-12

Menggandeng rumah modifikasi RennSport, mobil balap dengan rangka tubular bermesin boxer (flat) 4-silinder DOHC berkapasitas 1.500 cc menjadi andalan Porsche meraup kemenangan di setiap kompetisi masa itu. Model berbasis Porsche 550A tersebut diberi label Porsche 718 RSK atau kepanjangan dari RennSport Kurz karena dimensinya yang dibuat lebih pendek (Kurz: Short).

Untuk mengenang masa kejayaan Porsche bermesin tengah saat itu, maka varian terbaru Boxster sebagai generasi penerusnya kembali menggunakan seri 718 dengan sumber tenaga 4-silinder flat. Mesin 6-silinder flat sebagaimana yang diusung Porsche Boxster generasi sebelumnya ditanggalkan, beserta nomenklatur seri 9 yang digunakan Boxster sejak 1996 silam saat pertama kali diluncurkan.

Di Indonesia sendiri, lewat distributor resminya PT Eurokars Artha Utama, Porsche Boxster generasi ketiga ini mulai dipasarkan Porsche Centre Jakarta dan Porsche Centre Surabaya sejak Juli 2016 lalu. Ada dua pilihan berbeda mesin yang ditawarkan Porsche terhadap konsumen roadster ini di Tanah Air, yakni 718 Boxster berkapasitas 2.000 cc Turbocharger yang ekonomis atau yang lebih bertenaga dengan 718 Boxster S dengan mesin 2.500 cc  Variable Turbin Geometry.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-7

Selepas peluncurannya, Porsche Asia Pasific Pte Ltd yang bertindak sebagai pihak prinsipal untuk Asia Tenggara mengundang perwakilan jurnalis dari Indonesia untuk mengikuti Regional Media Drive di Singapura. TheGaspol.com pun terpilih untuk berkesempatan menguji langsung varian tertinggi Porsche 718 Boxster S berkeliling negara tersebut selama tiga hari.

Tanpa dampingan personel Porsche Centre Singapura, cabriolet tersebut dipercayakan pada kami untuk diajak menelusuri setiap jengkal aspal pulau yang mulai menunjukkan geliat wisatanya pada 1970-an tersebut.

Sepanjang perjalanan bandara – hotel, waktu yang ada kami manfaatkan untuk mengeksplorasi situasi dan gaya berkendara masyarakat setempat yang terkenal ketat aturan lalu lintasnya. Saat tiba di hotel, kami memperoleh briefeing singkat soal product knowledge terkait fitur dan teknologi pada 718 Boxster S.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-14

Selepas melakukan penyerahan smartkey, kami pelajari terlebih dahulu soal fitur-fitur yang sempat diajarkan sambil merasakan impresi saat pertama kali duduk di kabin 718 Boxster S.

Laburan kulit Nappa berwarna hitam yang mendominasi kabin roadster tersebut memancarkan kemewahan meski ia tergolong sebuah sportscar. Dimensi jok semi-bucket yang cukup besar, memberikan cukup ruang bagi pengemudi maupun penumpang dengan postur tubuh besar.

Lingkar kemudi terasa pas dengan genggaman tangan dan mampu memberikan grip sempurna dengan bahan kulit yang membungkusnya. Tombol-tombol pengendali headunit dan koneksi telefon cukup ergonomis dengan ibu jari tatkala keempat jari lainnya bertugas menggenggam setir.

Porsche 718 Boxster S 2016

Kombinasi balutan kulit dengan jahitan double stitched di pinggir dasbor dan aksen alumunium yang membingkai lubang penyejuk udara sangat mencirikan sebuah kendaraan premium yang mengedepankan kemewahan. Termasuk tombol pengatur climate control, e-Parking Brake dan penyetelan tingkat kekerasan suspensi yang seluruhnya hadir dengan rona two-tone hitam silver.

Saat menghidupkan mesin, jujur kami sedikit kecewa dengan suara yang dihasilkan. Pensiunnya dua buah piston dari mesin sebelumnya berefek pada lebih ‘kalem’nya deruan suara yang dihasilkan dari dual muffler di buritan 718 Boxster S.

Berupaya mengobati kekecewaan akan deruan suara sebuah roadster yang legendaris,  kami buka atapnya untuk menikmati bersihnya udara Singapura selepas meninggalkan hotel. Kebetulan hotel kami menginap berada di Sentosa Island. Meski panas, namun banyak menyediakan ruang hijau terbuka yang memberikan kesejukan udara.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-4

Sungguh nikmat sekali berada di kabin sebuah Porsche dengan atap terbuka. Soal keamanan tak perlu dikhawatirkan. Pasalnya, selain melengkapi dengan sabuk pengaman tiga titik dengan pre-tensioner sebagai standar keselamatan, 718 Boxster S juga dilengkapi dengan dua buah rollbar di belakang kepala sebagai penunjang keselamatan apabila terguling.

Sebelum memasuki jalan bebas hambatan, kami harus melewati beberapa titik kepadatan di sejumlah persimpangan jalanan kota Singapura. Meski seharusnya warga kota modern tersebut sudah terbiasa dengan kehadiran sebuah roadster dari Porsche, namun kami lihat masih banyak warga masyarakat yang melemparkan pandangan ke 718 Boxster S yang kami tunggangi.

Kami pikir selain warnanya memang atraktif, desain belakang mobil ini sungguh mengesankan. Paduan lampu belakang LED dengan dimensi yang melebar terlihat sangat dinamis berpadu dengan garnish tipis berwarna hitam bertuliskan “PORSCHE”. Apalagi pelek 20 inci yang terpasang sangat menonjolkan penampakan sebuah kaliper rem empat piston berkelir merah yang besar.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-11

Mungkin timbul di benak mereka, ini adalah mobil yang kencang. Tapi seberapa kencang? Kami pun tak sabar membesutnya di jalan bebas hambatan.

Saat tengah memasuki jalan bebas hambatan,  kenop driving mode yang terletak di lingkar kemudi kami putar ke arah Sport. Ternyata perubahan hanya terdapat pada tingkat kekerasan rebound suspensi yang lebih keras. Kenop ini juga terhubung dengan Porsche Adaptive Suspension Management (PASM) pada 718 Boxster S.

Begitu kenop kami putar ke arah Sport +, barulah seluruh daya dari mesin bertenaga 345 dk dan torsi 420 Nm langsung terasa tersalur ke roda lewat transmisi Porsche Doppel Kupplungsgetriebe (PDK dual-clutch) 7-percepatan dengan ayunan suspensi yang lebih rigid untuk menjaga traksi roda. Ternyata meski “hanya” 4-silinder, namun hempasan tenaga yang diberikan lebih besar dari varian Porsche bermesin 6-silinder datar 3.400 cc.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-5

Sayangnya, regulasi negara setempat hanya memperbolehkan mobil dibesut hingga 90 Km/jam. Namun, harus diakui, kami cukup bandel dengan membesutnya hingga kecepatan 120 Km/jam sambil berharap tak terjepret kamera lalu lintas kemudian mendapatkan traffic warden ticket.

Oh iya, saat kenop diputar ke bagian Sport +, secara otomatis sebuah klep elektrik yang berada di sistem gas buang memberikan aliran lebih lancar pada exhaust manifold. Sehingga sedikit menghasilkan suara yang sedikit lebih gahar dengan letupan-letupan back fire saat pedal gas dilepas.

Usul kami, jika Anda memiliki keinginan untuk membuat roadster ini lebih garang, tebuslah sebuah performance exhaust system yang memiliki sistem elektrik db killer di kolong roadster ini. Tentunya, yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-3

Hari pun terasa cepat berlalu manakala kami bersenang-senang dengan 718 Boxster S ini. Hingga tiba siang berganti senja dan semakin menimbulkan kegelapan, pencahayaan dari LED di lampu depan mampu memberikan visual terbaik di malam hari.

Panel instrumen dasbor dengan tiga buah lingkaran pun mampu memberikan informasi yang mudah dibaca dan dipahami pengemudi baik siang maupun malam. 718 Boxster S juga dilengkapi dengan headunit yang terintegrasi Apple Car Play dengan sistem navigasi yang mudah dimainkan.

Bicara soal kepraktisan, meski hanya mampu diisi oleh dua orang penumpang, tetapi dengan konfigurasi mesin datar 4-silinder di bagian tengah membuat roadster ini memiliki dua penyimpanan barang yang cukup lapang di bagian depan dan belakang. Meski masih belum mampu mengakomodir sebuah golf bag di dalamnya.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-13

Tak ada harga pasti yang mengikat banderol Porsche 718 Boxster S di Indonesia. Pasalnya, selain fluktuasi nilai tukar mata uang asing terhadap rupiah, konsumen pun dapat melakukan personalisasi terhadap mobilnya di Porsche Centre Jakarta dan Porsche Centre Surabaya saat ingin menebusnya.

Baik dengan atap tertutup maupun terbuka, mengendarai roadster ini sama mengesankannya. Namun, bagi konsumen Indonesia, menikmati 718 Boxster S dengan atap terbuka hanya dapat dinikmati saat pagi hari di akhir pekan sambil “berlari-lari” kecil di jalan bebas hambatan.

porsche-718-boxster-s-2016-tetap-beringas-meski-silinder-dipangkas-6

Jangan remehkan konfigurasi pistonnya yang dipangkas menjadi 4-silinder. Berkat kecanggihan teknologi putaran bilah turbo yang bervariabel, saat Anda pendam pedal akselerator ke lantai sensasi kepala terjambak ke bagian headrest kursi sungguh terasa.

Ditambah fitur i-stop pada mesinnya, saat berada di tengah kepadatan lalu lintas, mobil ini masih bisa memberikan konsumsi bahan bakar yang cukup effisien untuk mobil dengan kapasitas mesin sekelasnya.

Anyway, bisa dibilang hingga kini Porsche masih tetap pada komitmennya untuk terus menyediakan sebuah sportscar pabrikan yang aman dan dapat dinikmati sebagai kendaraan harian.