Berita soal dialihkannya arus lalu lintas akibat kepadatan di tol Cipularang pagi ini, mengingatkan kejadian setahun lalu saat musim libur panjang tiba. Ribuan kendaraan terpaksa antri hingga belasan bahkan puluhan jam untuk melintas di jalan tol tersebut.

Tak bisa dipungkiri, saat ini mobil sudah menjadi kebutuhan primer bagi para masyarakat di Indonesia. Selain berfungsi sebagai moda transportasi harian, mobil juga kerap digunakan untuk memfasilitasi liburan mayoritas keluarga di Indonesia.

Agar liburan tetap nyaman sepanjang perjalanan, peletakan barang bawaan harus tertata rapih dan tidak mengganggu aktivitas mengemudi. Apalagi jika jarak yang ditempuh terbilang cukup jauh. Perjalanan sudah pasti wajib aman untuk mencapai tempat tujuan.

fortuner-tol-img_6298

Agung Yuniharto, Head Trainer Deffensive Driving ORD Training Centre menyebutkan, perlu diperhatikan meletakkan barang bawaan yang utama jangan sampai mengganggu visual kedepan dan kebelakang pengemudi. Berikutnya peletakan barang bawaan juga harus aman bagi para penumpang.

Lebih lanjut Agung menyampaikan bila ruang kabin terbatas, jangan terlalu memaksa membawa segala barang. Utamakan barang-barang yang diperlukan saja. Karena mobil bukanlah sebuah lemari yang dapat dijejali berbagai barang-barang.

Terlebih dahulu manfaatkan ruang bagasi yang ada untuk barang besar yang bukan termasuk keperluan sepanjang perjalanan. Misalnya koper atau tas baju, sebaiknya letakkan di bagian paling bawah, apalagi jika dimensinya cukup besar dan berat.

BRV-Dash_1_LO-x 1

Untuk barang bawaan yang kemungkinan akan diperlukan sepanjang perjalanan, prioritaskan tempat teratas agar selalu mudah diakses saat dibutuhkan. Bagi Anda yang membawa anak kecil, tas tempat botol susu, makanan dan baju ganti sebaiknya letakkan di tempat yang paling mudah diraih, tanpa perlu turun dari mobil.

Manfaatkan tempat-tempat penyimpanan di mobil seperti cup holder, laci terbuka dan laci tertutup untuk barang-barang kecil yang diperlukan selama berada di mobil. Misal botol minuman, makanan ringan hingga gadget. Tujuannya agar saat diperlukan tak perlu effort khusus untuk mengambilnya.

barang-bawaan-bagasi

Perhatikan juga posisi peralatan recovery mobil yang biasa di bagasi. Misalnya tempat dongkrak atau kunci-kunci yang sewaktu-waktu diperlukan dalam kondisi darurat. Jangan tempatkan barang berat menutupi tempat alat tersebut disimpan. Agar jika butuh sewaktu-waktu tak sulit mengambilnya.

Jika berpergian dengan mobil berdimensi terbatas, jangan paksakan seluruh barang masuk kedalam kabin. Manfaatkanlah bagian atap mobil dengan memasang rak barang (roof rack). Pastikan penempatannya berada di bagian tengah atap mobil agar bobot dan aerodinamika mobil tetap terjaga saat berada di kecepatan tinggi.

Utamakan barang-barang yang tahan terhadap panas dan hujan untuk barang-barang yang akan diletakan di bagian atap. Jika memungkinkan, fasilitasi barang-barang tersebut dengan sebuah roof box tertutup agar aman sepanjang perjalanan. Jika tanpa roof box, pastikan barang bawaan Anda terbungkus rapih dan kedap air dengan terpal pembungkus atau plastik besar yang terikat sempurna.

roof-box-img_2815

“Jangan menjejali kabin dengan barang-barang yang melebihi ketinggian kaca belakang. Karena saat melakukan pengereman mendadak, barang tersebut berpotensi jatuh terdorong kedepan dan mencederai penumpang,” jelas Agung menekankan.

“Selain itu, barang yang diletakkan melebihi tinggi kepala orang dewasa jelas sangat mengganggu visibilitas pengemudi saat mengintip spion tengah untuk memantau kondisi arus lalu lintas di belakang,” tambah pria yang kerap melatih safety driving beberapa instansi swasta dan pemerintahan ini.

Paling utama, selalu ingat dimana peletakan barang-barang yang Anda bawa saat  perjalanan liburan. Karena jika seketika diperlukan, Anda dapat menghemat waktu tanpa perlu kerepotan mencari dan mengingat barang yang Anda butuhkan.