Keputusan Ferrari Jakarta membuat lounge di dalam ruang pamernya adalah suatu hal yang brilian. Dikelilingi beragam diorama, siapa saja yang duduk di sana akan merasa lebih dekat dengan sebuah brand yang sudah terjun ke dunia motorsport selama nyaris tujuh dekade. Pengalaman itupun kami alami ketika mencoba Ferrari 488 GTB.

Loungtersebut agaknya juga mengundang khayal untuk keluar dari realita. Pikiran nakal kami berandai-andai: kami sedang berada di Ferrari Styling Centre – sebuah unit yang bertugas merancang mobil-mobil Ferrari, tak terkecuali 488 GTB – dan mengagumi kejeniusan personel di sana dalam melahirkan masterpiece.

ferrari-10

Diketahui bahwa para insinyur di Ferrari Styling Centre berupaya memadukan antara siluet klasik khas Ferrari dan skema aerodinamika baru dalam merancang 488 GTB. Misalnya, tarikan-tarikan garis klasik itu disandingkan dengan bentuk anyar “terowongan” angin di depan mobil yang inspirasinya diambil dari jet darat Formula 1. Hingga posisi knalpot yang terangkat guna menciptakan bentuk difusser lebih sempurna sehingga berujung pada efek drag reduction system.

Setidaknya ada empat jalur angin utama di fascia Ferrari 488 GTB. Bukan hanya jalur angin menuju bagian dalam mobil, tapi juga saluran yang mengalirkannya ke underbodyAir intake juga bisa ditemui di sisi samping bodi mobil yang menjuru langsung ke mesin.

ferrari-9

Kami tertarik dengan persolaan saluran angin ini mengingat fungsi krusialnya pada sebuah sportscar karena benar-benar berguna menjaga temparatur mesin. Dan yang tak kalah penting, menciptakan downforce.

Well, sudah bukan rahasia pula bahwa Ferrari menganut filosofi desain: evolusi berkesinambungan, bukan revolusi radikal. Maka tak aneh kalau spesies sportscar Ferrari ini punya eksterior yang sedikit banyak membawa kemiripan dengan pendahulunya, 458. Kendati demikian tidak begitu halnya dengan jantung mekanis mid engine-nya.

ferrari 488 GTB

Mesin V8 3.902 cc yang dipakai Ferrari 488 GTB sudah mengadopsi twin turbocharged. Suguhan tenaga puncak 670 dk dan torsi 760 Nm di atas kertas menjadi jaminan performanya untuk bersaing dengan para rival. Sodoran kunci yang diberikan oleh staf Ferrari sontak mengembalikan sadar kami. Sekaligus menjadi undangan untuk masuk ke dalam kabin.

Dalam hal posisi berkendara, kenyamanan bukanlah isu mengingat adanya pengaturan setir guna menemukan posisi duduk terbaik di sportscar ini. Bisa ditemui konstruksi kabin yang disii material serat karbon. Posisi tombol-tombolnya yang ada di sana memang tak biasa. Namun setiap detailnya jelas menambah kental nuansa motorsport. Termasuk penggunaan jok bucket yang “mengunci” posisi tubuh ketika bermanuver.

ferrari-26

Namun, impresi keseluruhan Ferrari 488 GTB yang mengesankan harus dibayar dengan suara mesin yang kian “dewasa”. Teriakkan mesin naturally aspirated tentunya akan dirindukan oleh sebagian penggemar pabrikan berlogo Kuda Jingkrak. Meski begitu bukan berarti raungan Ferrari 488 GTB tidak menggunggah. Mobil ini tetap saja merupakan godaan bagi petrolhead – khususnya dari kaum the have – yang mengincar emosi berkendara sungguhan dari sportscar tarikan roda belakang.