“Tunggu kemunculan Triumph Scout saya di Yokohama nanti. Sepertinya Shige (Bos Moneyes) tertarik untuk memboyong motor tersebut ke Yokohama Hot Rod Custom Show 2016.”

Perbincangan soal tunggangan kebanggaan dari ikon di dunia skateboard bernama Steve Caballero saat kami bertemu di ajang Art of Speed tahun lalu menambah panjang rasa penasaran saya terhadap pria yang saya idolakan sejak kecil ini. Apalagi sebelumnya kami sempat berbicara banyak terkait hobi dan karirnya saat pertama kali bersua langsung 2015 silam. Kala itu, Cab pernah menyebutkan bahwa dirinya sedang membangun motor custom di Thompson’s Cycle dan rencananya bakal mendebut di Born Free Show, Juni 2016.

triumph-scout-steve-caballero-9

Hmmm.. Triumph Scout? Spesies apa lagi itu? Setahu saya Triumph tidak pernah melansir motor dengan embel-embel Scout. Justru Indian yang menelurkan model dimaksud pada periode 1920 – 1940an dan terlahir kembali di 2001.

Penantian tersebut terbayar lunas setahun kemudian saat saya bersama tim dari Gearhead Monkey Garage menyambangi perhelatan akbar insan kustom, Yokohama Hot Rod Custom Show akhir tahun lalu. Ketika bertemu dengan Cab di pintu masuk Pacifico Convention Center, salah satu legenda Bones Brigade ini langsung mengajak saya untuk menyimak motor custom yang dijanjikannya. Ya, sebuah Triumph Pre-Unit 1952 yang terpampang apik di deretan motor karya penampil undangan.

triumph-scout-steve-caballero-6

“Bagaimana, masih tetap sesuai dengan kegemarannya saya terhadap dunia vintage kan?” tanya pria yang posternya saat melakukan trik ‘Caballerial’ terpampang di meja belajar saya sewaktu SD ini.

Well, menyimak gaya custom yang diterapkan oleh punggawa Thompshon’s Cycle, Bryan Thompson pada motor ini sih memang mirip style motor yang booming di era 30 dan 40-an. Yah, perpaduan antara chopper ala motor Negara Paman Sam dengan kentalnya kesan klasik dan aristokrat khas Inggris dengan aura Indian Scout yang cukup kental.

triumph-scout-steve-caballero-2

Penggunaan girder fork yang dicomot dari Triumph Speed Twin lawas dan dirakit oleh Jake Engineering tampak selaras dengan brass headlight Miller keluaran 1930-an yang diakuinya cukup langka. Kombinasinya dengan bar-end reverse lever, serta fork star pulasan AC Plating terlihat harmonis dan serasi dengan kelir Indian Red yang melabur sekujur tubuh motor ini. Urusan mesin sang builder, Bryan sengaja mencangkok lumbung pacu berkapasitas 650 cc bawaan Triumph keluaran 1958. Mesin tersebut ditanam di atas frame Triumph Pre-Unit 1952.

triumph-scout-steve-caballero-4

“Saya sengaja menantang Bryan untuk membangun sebuah motor yang nyaman untuk saya pakai namun punya tampang klasik. Dan inilah jawabannya, motor yang saya namakan Triumph Scout lantaran desainnya terinspirasi dari Indian Scout,” jelas Cab.

Saat disinggung soal hasil, Cab mengatakan, “Seperti inilah motor idaman saya. Padu padan antara semua komponen langka merupakan tujuan saya. Dan hasilnya luar biasa.”