Koleksi buku rilisan Lonely Planet tertata rapi di rak yang berdiri tepat di sebelah jendela kaca besar. Saya selalu percaya bahwa materi bacaan menggambarkan jiwa atau setidaknya identitas sang empunya. Lonely Planet sudah lama dikenal sebagai produser konten-konten yang merangsang audiensnya untuk berpetualang.

Itu sama saja dengan citra merek yang dibawa oleh brand, pemilik flagship store yang saya kunjungi minggu lalu, BMW Motorrad. Bicara merek sepeda motor asal Jerman ini sulit rasanya untuk tidak membawa model motor adventure ikonis, BMW GS, ke tengah-tengah perbincangan.

bmw-motorrad-jakarta-20

Yang membuat pamor BMW GS begitu mencuat diantaranya supremasi dalam ajang reli terganas di planet ini hingga sederet dokumenter viral petulangan roda dua lintas benua. Baik yang dikerjakan motoris independen ataupun stasiun tv mapan.

“Kalau sudah ngomong masalah adventure, itu nanti ngomongnya yang ‘kotor-kotor’, mas,” buka Joe Frans, CEO BMW Motorrad Indonesia. Pada siang yang cerah itu saya memang sengaja menemuinya untuk membicarakan bangunan yang menjadi rumah bagi produk BMW Motorrad yang dipasarkannya.

bmw-motorrad-jakarta-32

Sebagai model jagoan, sudah pasti BMW GS turut mengisi ruang pamer flagship store BMW Motorrad Indonesia. Tepatnya di lantai satu, bersamaan dengan sejumlah model lain. Nah, di sinilah “bentrok” terjadi.

Sang petualang yang suka kotor-kotoran harus berbagi lantai dengan BMW R nineT yang notabene adalah motor klimis hasil interpretasi produsen tentang sejarah besar mereka sendiri.

bmw-motorrad-jakarta-35

Menariknya, pada titik ini BMW Motorrad justru berhasil menjadikan dikotomi konsep produk terdepan mereka itu menjadi ide rancangan flagship store. “Apa yang sesuai dari kedua konsep produk ini? Maka jawabannya adalah industrialis modern,” tutur Joe.

Sebagian besar interior bangunan di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan tersebut memamerkan material-material dasar yang dipakainya. Susunan batu bata yang membentuk dinding. Besi-besi sebagai rangka atap. Pun begitu dengan metal yang terdapat pada tangga atau jembatan di lantai dua dan tiga.

bmw-motorrad-jakarta-4

Saya ingat betul bagaimana uniknya boks kontainer yang ditumpuk-tumpuk menyambut kedatangan saya di depan gedung. Itu adalah tempat inspeksi, awalan prosesi servis motor yang datang. “Untuk bengkel, kita memiliki sekitar dua belas service bay, dua reception bay (kontainer), dan dua stall cuci,” terang Joe.

“Salah satu yang kita jual di store ini juga adalah merchandise yang koleksinya cukup besar. Kita selalu berusaha menambah koleksi sebanyak-banyaknya. Jadi buat penggemar BMW Motorrad, tak perlu lagi ke luar negeri untuk beli merchandise ini karena barang-barangnya sudah tersedia di Indonesia.”

bmw-motorrad-jakarta-17

Koleksi itu bisa ditemui di lantai dua. Lokasi tempat saya menemukan koleksi buku Lonely Planet yang saya sebut di awal terpajang. Bersampingan dengan koleksi buku lain dengan tema searah: petualangan, ekspedisi, dan alam.

Saran saya buat Anda ketika mengunjungi flagship store ini, coba ke lantai dua dan nikmati pemandangan ke motor yang ada di bawah. Akan didapat perpaduan mengesankan antara arsitektur yang brilian dengan engineering Jerman yang unggul.

BMW Motorrad Indonesia Flagship Store

Jl. TB. Simatupang no.100
Cilandak Barat
Jakarta Selatan 12430

Tel 021-2765 4000 / 021-2765 4600
Fax 021 2765 4333
Hotline +62 813 1860 7272
Mail 
info@maxindomoto.co.id