Desain modern dengan sudut-sudut tajam seperti yang kerap diterapkan oleh pabrikan roda dua pada produk motor bergenre sport bisa jadi membuat penggemarnya cepat bosan. Alhasil modifikasi jadi solusi agar bisa tampil stand-out. Namun, jika proses kustomisasi hanya sebatas penggantian velg dan cat, tentu sudah lazim dilakukan. Apa jadinya jika roh sport bike semisal KTM 1190 RC8 diracik dengan desain cutting edge dan bertransformasi menjadi sebuah pacuan bergaya neo-cafe racer?

Di tangan seorang builder atau yang lebih tepat disebut seniman bernama Shiro Nakajima, tidak ada yang tidak mungkin. Kami percaya, sentuhan midas yang keluar dari ujung jari punggawa 46 Works ini mampu menghasilkan sebuah adikarya. Berkreasi seorang diri di sebuah bangunan kayu yang berdiri di kaki pegunungan Yatsugatake, Yamanashi Perfecture, membuat Shiro san bisa mencurahkan ide, passion dan kecintaannya terhadap sepeda motor dan melahirkan kriya nan mempesona.

Sejatinya, KTM Jepang bermaksud untuk membuat satu motor guna kepentingan promosi yang konsep dan proses pembuatannya diserahkan sepenuhnya kepada Shiro san. Dan KTM RC8 dianggap paling sesuai untuk mendukung kampanye “My KTM” yang sedang mereka gelar. Setelah beberapa kali membesut KTM 1190 RC8 di Sirkuit Tsukuba, penunggang BMW R90/6 ini langsung punya gambaran soal konsep custom yang bakal diterapkan.

Walau tidak menyangsikan soal performa dan riding position, namun lantaran bukan hanya untuk pajangan, melainkan juga bakal dipacu di atas sirkuit, maka Shiro san memutuskan untuk mengubah tampilan sekaligus memangkas bobot motor ini. Langkah pertama yang dilakukan adalah menelanjangi sekujur tubuh motor bermesin V dengan kubikasi 1,195cc ini. Kemudian meracik tangki bensin anyar yang bisa membungkus air box tempat injector bersembunyi sekaligus menjadi rumah untuk fuel pump.

Setelah proses pembuatan tangki lengkap dengan knee grip, berlanjut ke pembuatan seat cowl. Alih-alih menggunakan mesin, Shiro justru lebih memilih untuk menerapkan cara tradisional untuk menghasilkan buntut tawon ini, ‘dikenteng’. Cara serupa juga diterapkan saat dirinya membuat cover radiator untuk menggantikan fairing bawaan KTM 1190 RC8. Tingkat kesulitan yang tinggi untuk menghasilkan sudut-sudut yang presisi waktu memproduksi bagian ini justru dianggap sebagai sebuah tantangan yang wajib ditaklukkan.

Yang tidak kalah rumit adalah bagian knalpot. Tekukan demi tekukan halus mengular di kolong mesin seolah menjadi sebuah karya state-of-the art. Mengadopsi material titanium, pipa knalpot 2 in 1 tersebut dihitung secara cermat agar hasilnya akurat. Tidak hanya itu, penggantian exhaust system tadi juga mampu memangkas bobot dari 11 kg menjadi 3,5 kg. Dan jika ditambah dengan seat rail dan hilangnya beberapa bagian eksterior maka bobot total dari KTM 1190 RC8 racikan 46 Works berkurang hingga 20kg.

Langkah akhir yang dilakukan adalah mencangkokkan panel instrumen Motogadget, fender depan milik Ducati, clip-on handle bar dari Battle Factory, lampu belakang Daytona hingga memasang beberapa komponen yang dibuat dengan menggunakan mesin CNC milik 46 Works. Setelah itu KTM RC8 ini dilabur kelir abu-abu oleh bengkel cat langganan Shiro san, Stupid Crown. Well done!