Mesin diesel terus menerus dikeluarkan oleh para pabrikan untuk konsumen di Indonesia. Sumber tenaga berbahan bakar solar ini dipercaya dapat memberikan tenaga yang besar dengan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien.

Misalnya Hyundai dengan All New Tucson dieselnya, Suzuki Ertiga yang juga hadir dengan varian baru berbahan bakar solar, hingga produsen mobil premium seperti BMW dan Mercedes-Benz yang juga melansir produk bermesin dieselnya untuk konsumen tanah air.

Penyebarannya begitu merata di setiap model. Tak hanya di SUV dan MPV, kendaraan berjenis sedan seperti BMW seri 5 dan Mercedes-Benz E-Class juga turut melansir varian bermesin diesel.

Seperti diungkapkan Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia, Mukiat Sutikno dalam peluncuran All New Tucson CRDi EVG Turbo menyebutkan, pasar mobil diesel terus berkembang. Masyarakat sudah semakin pintar memilih mobil dengan mesin berkapasitas kecil dengan tenaga besar dan efisien.

“Tentunya besarnya perkembangan pasar mobil berbahan bakar solar ini harus diikuti dengan penyebaran solar berkualitas yang merata di seluruh Indonesia. Dengan teknologi Turbocharger pada mesin diesel, menuntut kualitas solar yang mumpuni pula,” jelas Mukiat.

Lebih lanjut Mukiat menjelaskan, mesin diesel berteknologi tinggi seperti sekarang ini tidak dapat menggunakan bio diesel sebagai bahan bakarnya, melainkan harus setingkat Pertamina Dex atau solar swasta lainnya (Shell Diesel atau Total Diesel). Pada kenyataannya, di daerah tertentu bahan bakar tersebut lebih sering tak tersedia untuk para konsumen.

Penggunaan mesin diesel yang lebih irit konsumsi bahan bakar dapat membantu pemerintah dalam hal menekan angka emisi kendaraan bermotor. Mesin diesel Hyundai saat ini memiliki kualifikasi Euro tiga, apabila hendak ditingkatkan ke Euro empat atau diatasnya, Hyundai tidak memiliki masalah karena telah memiliki teknologi tersebut.