Saham balap mobil Formula 1 baru saja diakuisisi oleh Liberty Media. Perusahaan asal Amerika Serikat tersebut bermaksud ingin mengubah regulasi soal pemangkasan distribusi hadiah bagi para tim besar.

Sebelumnya, sesuai dengan Perjanjian Concorde antara FIA, Tim Formula 1 dan Grup F1, tim besar seperti Ferrari. Red Bull. Mclaren, Mercedes dan Williams berhak mendapatkan hadiah tambahan.

Tidak disebutkan berapa besar keuntungan yang diperoleh oleh tim besar itu atas regulasi lama. Namun seperti kita tahu, pada musim lalu tim dengan kekuatan finansial tidak mumpuni seperti Manor Racing terpaksa gulung tikar.

Greg Maffei, Presiden Direktur Liberty Media menyebutkan, kami berharap dengan adanya sistem insentif dan saham yang kami tawarkan dapat membantu kami menerapkan sistem pendistribusian hadiah yang adil dan lebih kompetitif.

Lebih lanjut Maffei mengatakan, bahwa aturan pembatasan pengeluaran biaya menjadi salah satu strategi yang ingin diterapkan oleh Liberty agar peta persaingan dapat lebih merata.

“Saya pikir hal itu sudah masuk dalam komentar saya mengenai lingkungan balap yang lebih kompetitif dan menciptakan sebuah event yang seru dan penuh dengan peluang,” sebut Maffei seperti dikutip dari Motorsport.

Sebelumnya diketahui perusahaan Liberty Media sepakat mengambil alih bisnis balapan Formula 1. Pemilik perusahaan, John Malone mengumumkan telah membeli F1 dalam bentuk saham dan uang tunai sebesar US$ 4,4 miliar atau setara Rp 57,5 triliun pada September tahun lalu.