Setiap hari 3.500 atau 1,25 juta tiap tahun nyawa melayang sia-sia lantaran kecelakaan lalu lintas. Bermacam penyebab kecelakaan  tersebut yang diantaranya adalah kelalaian para pengendara kendaraan bermotor. Untuk itulah Federation Internationale del I’Automobile (FIA) menggelar program kampanye berkendara bertajuk #3500LIVES (10/3) lalu.

Kampanye yang diresmikan oleh Jean Todt selaku Presiden FIA bersama Ketua Dewan Eksekutif JDCecaux, Jean-Charles Decaux ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Mulai dari pembalap MotoGP, pembalap Formula One, atlit, aktris/aktor hingga penyanyi. Dukungan juga mengalir dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku organisasi induk olahraga otomotif di tanah air.

“Kampanye tentang keselamatan berkendara bukan hanya perlu dilakukan sesekali, namun harus diteruskan secara berkala. Tujuan IMI kali ini adalah untuk meningkatkan awareness masyarkat Indonesia sekaligus mensosialisasikan road safety, maka dari itu kami  akan mendukung program #3500LIVES yang digagas oleh FIA.” papar Sadikin Aksa, Ketua Umum IMI Pusat.

Kampanye #3500LIVES sendiri mengambil fokus pada sepuluh poin penting, yaitu mematuhi batas kecepatan kendaraan, mengecek ban, tidak diperkenankan menggunakan seluler ketika berkendara, selalu fokus ketika berkendara, menggunakan helm, berhenti ketika merasa lelah, jangan mengonsumsi alkohol, memakai sabuk pengaman, menggunakan isofix untuk kursi balita, serta menggunakan pakaian yang memantulkan cahaya.

Poin-poin tersebut juga dipromosikan oleh berbagai duta FIA, seperti atlet Yohan Blake, Haile Gebrselassie, Antoine Griezmann, Vanessa Low, Rafale Nadal, Wayde van Niekerk. Ada juga nama pebalap Fernando Alonso, Felipe Massa, Marc Marquez, Nico Rosberg, penyanyi Pharrell Williams, aktris Michelle Yeoh, serta politisi Anne Hidalgo.

Anda juga bisa berpartisipasi dalam mendukung kampanye #3500LIVES ini melalui situs www.fia.com/3500lives. Bertajuk “Sign up, stay safe, save lives”, kampanye #3500LIVES juga mengajak siapa saja untuk menandatangani persetujuan tentang sepuluh poin penting tersebut. Dan meminta pemerintah untuk menjadikan keselamatan berkendara sebagai prioritas utama sekaligus memperkenalkan undang-undang tentang faktor resiko kunci dalam bekendara yang harus selalu diperhatikan.