Kemenangan Donald Trump dalam pemilihan umum Presiden Amerika Serikat tahun lalu, ternyata membawa ancaman tersendiri dari masa depan penyelenggaraan Reli Meksiko. Pasalnya sesuai kesepakatan di masa kampanye Presiden Amerika Serikat terpilih ini, ia akan mempeketat kendali perlintasan dua negara antara Amerika Serikat dan Meksiko.

Aturan yang mulai diterapkan saat Trump mulai menjabat ini menjadi sebuah hal yang sangat kontroversial bagi penyelenggara Reli Meksiko. Kebijakan yang diterapkan untuk menekan angka imigran gelap Meksiko ke Amerika ini berdampak langsung pada turunnya nilai tukar mata uang Peso terhadap Dollar AS ke angka terendah.

Dengan nilai tukar mata uang yang anjlok, secara langsung hal ini berujung pada naiknya biaya yang harus dikeluaran penyelenggara reli. Kendati Reli Meksiko 2017 berhasil digelar pda 9-11 Maret lalu, namun tak menutup kemungkinan penyelenggara akan berpikir dua kali untuk menyelenggarakan reli di Leon, Meksiko tahun depan.

Patrick Suberville, Direktur Penyelenggaraan Reli Meksiko mengakui adanya dampak negatif kemenangan Trump di AS. “Kemenangan Trump membuat mata uang kami turun hingga 40% dalam satu minggu. Sebagian besar peralatan yang kami gunakan di reli berasal dari AS dan tiba-tiba harganya menjadi lebih mahal,” jelas Suberville seperti dikutip dari Motorsport.

Lebih lanjut Patrick Suberville menjelaskan: “Event tahun ini sempat bermasalah dan hampir batal digelar terkait urusan finansial,” tambah Suberville. Tiga pekan sebelum digelar, Penyelenggara kehilangan sponsor utama yaitu Volkswagen yang memutuskan untuk hengkang dari reli.

Akhirnya reli dunia seri ketiga di Guanajuato, Leon, Meksiko tetap dapat terselenggara berkat sokongan pemerintahan Meksiko yang membiayai penyelenggaran WRC Meksiko 2017.