Model berambut pirang yang namanya sedang beken tersebut berjalan centil menuju salah satu BMW M2 Coupé yang tengah terparkir. Dirinya sempat melempar senyum kecil yang justru membuatnya kian menggemaskan.

Kamera menyorot dari samping tubuhnya. Menghasilkan citra yang mengekspos sebuah godaan besar bagi kebanyakan lelaki: tubuh seksi perempuan terkenal dengan kaki jenjang berbalut dress merah nan glamor.

Siapa yang tak betah memandang seorang Gigi Hadid dengan sentuhan visual begitu menawan? Pada titik ini, siapapun kru di balik pembuatan video promosi BMW M2 Coupé itu bisa dibilang sukses besar dalam menciptakan karya. Kesempurnaan tayangan gambar bergerak itu juga mendapat kontribusi dari manuver-manuver cantik lima unit BMW M2 Coupé yang sebenarnya merupakan subjek utama tayangan.

Rangkaian manuver mobil itu berlangsung di semacam jalanan antar negara bagian dan sangat berhasil. Memanfatkan sudut pengambilan gambar berani yang membuat produk seolah-olah berada begitu dekat di audiens.

Sebenarnya, kalau boleh dibilang, tanpa adanya kemunculan seorang model cantik pada awal video pun, mobil ini sudah punya daya tarik besar. Tapi maksud menyandingkan seorang Gigi Hadid dengan BMW M2 Coupé dalam satu frame bisa ditangkap.

Keduanya membawa ‘semangat’ yang sama sebagai pusat perhatian di dunianya masing-masing. Keduanya penuh gairah muda yang meledak-ledak dan tentunya punya penampilan yang sulit ditolak oleh setiap mata. Sedangkan, paras Gigi Hadid sebagai magnet tayangan video itu hanyalah bonus semata.

Di luar semua itu, brand otomotif asal negeri Bavaria ini memang tak ada hentinya mengesankan pada car enthusiast. Baik lewat produknya atupun kultur di dalam brand tersebut dalam menciptakan mobil-mobil jagoan.

Sebagaimana saat divisi Motorsport BMW merancang sebuah mobil, para insinyur di pabrikan tersebut berpikir untuk menciptakan sebuah mobil dengan tenaga yang mengesankan namun tetap terlihat mewah bagi para pembesutnya. Hingga akhirnya hasil rancang bangun tim tersebut berhasil membidani lahirnya sebuah mobil premium khas BMW, dengan power mesin maksimal berlabel varian M.

Bagi para car enthusiast, BMW M kerap masuk menjadi daftar mobil impian yang harus dimiliki semasa hidup. Sebuah mobil yang dibangun dengan tingkat kepresisian tinggi yang menghasilkan sebuah kompilasi keasyikan berkendara dengan menu tenaga besar dalam balutan sisi prestisius sebuah kendaraan.

Tak terkecuali BMW M2. Varian BMW M paling mungil ini juga begitu memikat hati para pemuja kecepatan di seluruh dunia. Parasnya yang garang serta laburan warna biru yang cerah, membuat tampilannya selalu atraktif dilihat dari berbagai sisi.

Sebagai generasi penerus dari Seri 1-M Coupe, BMW M2 masih tampil kompak namun tetap proporsional. Coupe ini sosoknya tak begitu lebih besar dari suksesornya, namun terlihat lebih modern dan aerodinamis.

Bisa dibayangkan, saat pedal akselerator diinjak habis untuk menguras tenaga mesin 6-silinder 2.969 cc Twin Power Turbocharger, BMW M2 akan berakselerasi secara tajam membawa seisi mobil berbobot kosong ‘hanya’ 1.570 Kg. Hanya perlu waktu sekitar 4,4 detik untuk membawanya berlari 100 Km/jam dari diam.

Kendati BMW M2 tidak mengadopsi mesin tipe S seperti BMW M lainnya, namun sumber tenaga berkode N55 ini mampu mencurahkan tenaga sebesar 370 dk dengan torsi 465 Nm yang sanggup menghempaskan tubuh Anda ke sandaran kursi! Jika masih kurang puas, BMW juga menawarkan paket upgrade performa M2 hingga memiliki momen puntir mencapai 500 Nm.

Dengan performanya yang memukau, sejatinya BMW M2 kerap menjadi andalan para weekend warrior pelahap kecepatan di jalan raya maupun di sirkuit saat trackday.

Lantas kami berpikir, pantaskah jika coupe ini sesekali digunakan sebagai moda transportasi di hari kerja untuk berbisnis? Mengingat ini tetaplah mobil mewah berlabel BMW yang dapat meningkatkan prestis Anda.

Dimensinya yang kompak jelas sebuah keunggulan untuk tetap gesit berada ditengah kepadatan lalu lintas. Meski ia tidak terlalu besar untuk sebuah coupe, namun masih bisa mengakomodir empat penumpang untuk tetap nyaman di dalam kabin.

Kendati dilengkapi dengan dua semi-bucket seat di depan, namun besaran jok tersebut masih mampu memberikan kenyamanan bagi tubuh pengemudi dan penumpang. Ditambah banyaknya mode pengaturan dengan gerak elektris, membuat siapapun yang duduk dengan mudah mencari posisi terbaiknya sebelum berkendara.

Posisi duduk juga terbilang ergonomis. Dengan tubuh yang tersandar dikursi, seluruh tombol-tombol pengaturan baik di dashboard maupun konsol tengah begitu mudah dijangkau. Aktivitas mengemudi pun dapat berlangsung aman tanpa adanya distraksi saat menjalankan pengaturan.

Di baris belakang, BMW M2 menerapkan bangku dengan konfigurasi dua orang yang cukup ‘memeluk’ tubuh penumpang. Bagi yang  memiliki postur tinggi tubuh maksimal 165 cm, duduk di bangku belakang masih mememberikan ruang yang cukup bagi kepala dan lutut.

Lahir sebagai mobil yang memiliki kemewahan yang berpadu aura sport, bagian dalam BMW M2 memiliki kombinasi bahan pelapis kulit Alcantara dan karbon. Pada dasbor, bahan kulit mendominasi seluruh bagian softpad di sisi atas. Sementara bagian lainnya seperti sisi tengah dan console transmisi menggunakan aplikasi karbon fiber dengan sentuhan warna silver sangat identik dengan sebuah sportscar.

Parasnya pun terlihat ini bukanlah mobil yang pelan untuk kendaraan harian. Tarikan garis tajam yang membentuk sebuah keindahan dalam penampilan dan menjunjung tinggi nilai hambatan angin terendah, membuat orang lain segan saat berpikir untuk beradu kecepatan dengannya.

Dibawah kidney grill yang khas milik pabrikan Bayerische Motoren Werke ini terdapat tiga buah rongga udara ekstra besar dengan lekuk aerodinamika yang mampu menghantarkan angin berkecepatan tinggi sebagai pendingin mesin dan rem.

Pindah ke sisi samping, kaliper rem besar dengan compound brake berwarna biru berlogo M dipercaya mengapit cakram ekstra besar untuk menghentikan laju M2 dalam hitungan detik. Merujuk data spesifikasinya, untuk mereduksi kecepatan dari 100 Km/jam hingga berhenti, BMW M2 membutuhkan jarak sejauh 34,5 meter.

Sementara untuk mengisi ruang sepatbor, BMW mengisinya dengan pelek M-Performance berdiameter 19 inci dengan lebar 9 inci di depan dan 10 inci di belakang dengan ban berukuran 245/35 dan 265/35. Selain mengakomodir sisi belakang yang lebih lebar dari depan, penggunaan pelek belang dan ban lebar ini juga diaplikasikan untuk menjaga traksi M2 saat bermanuver di keceparan tinggi.

Tingkat redaman suspensinya juga memiliki perbandingan yang mencapai 50:50 antara sebuah coupe mewah ataupun mobil sport. sebagai mobil mewah ia tidak memberikan bantingan yang terlalu keras di mode Comfort, namun saat mode berpindah ke Sport, ayunan suspensi jadi terasa lebih rigid dengan handling yang menjanjikan sesuai karakter sportscar.

BMW M2 hadir dengan transmisi otomatik 7-percepatan dual clutch. Sayangnya saat dibawa ditengah kemacetan, ada rasa menyentak saat perpindahan gigi berlangsung. Apalagi jika kemacetan tersebut berlangsung lebih dari satu jam.

Rasa menyentak saat perpindahan gigi tersebut umumnya wajar pada transmisi berjenis kopling ganda tersebut. Di satu sisi, perpindahan gigi saat di putaran mesin tinggi memang lebih sempurna, namun saat dibawa stop and go, transmisi ini jauh dari kata sempurna akibat rasa menyentak tersebut.

Tak pelak rasa itu cukup mengganggu enjoy-nya berkendara coupe bertenaga ganas ini. Namun jika jalur aktivitas Anda lebih banyak melalui jalan bebas hambatan daripada lintas perkotaan, semestinya transmisi akan berperilaku normal tanpa adanya sentakan di perpindahan gigi rpm rendah.

Menariknya, coupe seharga Rp 1,369 miliar (off the road) ini memiliki tiga mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kapabilitas berkendara Anda. Untuk penggunaan dalam kota, mode Comfort terasa paling pas mewakili seluruh pengaturan yang ada pada mobil. Sementara mode Sport dan Sport + tersedia bila Anda ingin ‘menyiksa’nya lebih lanjut untuk menggali tenaganya.

Sebagai mobil yang terlahir mewah, coupe ini bisa menjadi tunggangan Anda yang bergengsi ke tempat usaha atau melakukan bussines meeting dengan relasi. Di lain sisi, mobil dua pintu ini akan menjadi senjata pamungkas Anda di akhir pekan untuk melepaskan kepenatan lewat sebuah kecepatan yang dapat memecut adrenalin hingga ke puncaknya.