Di era modernisasi seperti sekarang ini, wanita memiliki tingkatan yang setara dengan pria di berbagai lingkungan kerja. Terlebih di posisi strategis dalam sebuah perusahaan, dominasi kaum Hawa perlahan tapi pasti mulai berada dalam kedudukan yang sama dengan kaum Adam.

Di Jepang sebuah institusi Bursa Efek Jeoang menerbitkan sebuah penghargaan bernama ‘Nadeshiko’ yang berarti bunga yang melambangkan kekuatan dan pemberdayaan perempuan di Jepang. Penghargaan ini merupakan bagian dari upaya bersama Kementrian Ekonomi Perdagangan dan Industri Jepang demi meningkatkan lingkungan kerja yang ramah bagi perusahaan.

Penghargaan Nadeshiko ini diberikan kepada Nissan Motor Co di Jeoang berkat upayanya mendukung perempuan di tempat kerja yang hingga kini telah berhasil meningkatkan jumlah jajaran wanita pada posisi manajerial di perusahaan.

Predikat ini diberikan selama lima tahun berturut-turut sejak 2012 lalu. April 2016, tercatat 9,1% karyawan perempuan Nissan Jepang berada di level manajer, naik dari 1,6% pada tahun 2014, ketika itu Nissan baru saja membuka Diversity Development Office. Rasio ini diperkirakan akan meningkat menjadi 10% pada April 2017.

Bursa Efek Tokyo menyebutkan bahwa Nissan mempromosikan partisipasi aktif karyawan perempuan sebagai bagian dari strategi manajemen perusahaan. Upaya ini mencakup lokakarya pengembangan karir, pelatihan pengembangan keterampilan dan program mentoring bagi karyawan perempuan.

Nissan secara aktif mempromosikan keberagaman sebagai kekuatan perusahaan. Perempuan menjadi pembuat keputusan utama untuk lebih dari 60% pembelian kendaraan, dan Nissan percaya sangatlah penting untuk memperhatikan hal tersebut saat mengembangkan produk dan layanan.

Di tanah air sendiri, jumlah karyawan wanita di PT Nissan Motor Indonesia yang menduduki posisi manajerial semakin banyak. Saat ini NMI mencatat sebesar 11% dari posisi berpengaruh terhadap perusahaan tersebut dihuni oleh kaum Hawa.

Head of Communication Nissan Motor Indonesia, Hana Maharani, menyebutkan, Nissan Motor Indonesia juga memberikan perhatian akan keseimbangan waktu kerja karyawan di kantor dan di rumah. Sejak 2016, kami memiliki program yang ditujukan bagi karyawan non-pabrik, yaitu “Flexi Time” – menganjurkan karyawan untuk bekerja lebih efektif selama 8 jam, “Work at Anywhere” – memudahkan karyawan untuk menyeimbangkan kehidupan kantor dengan pribadi, serta “Casual Day” – memperbolehkan karyawan mengenakan baju kasual di kantor,” jelas Hana dalam siaran persnya.