12  hari jelang seri perdana dari rangkaian pesta ranah kustom Nusantara, Suryanation Motorland, digelar di kota Medan, pihak penyelenggara masih melakukan beberapa persiapan. Termasuk menyelesaikan 3 motor ikonik yang merupakan buah kolaborasi antara para kampiun regional tahun lalu dengan builder-builder papan atas di bumi pertiwi.

Koalisi Achmad Setya Dharma (pemenang Suryanation Motorland Medan), Dian Tito (pemenang Suryanation Motorland Palembang), Onny Widiyayana (Pemenang Suryanation Motorland dari Semarang), Hendra Ardiansyah (pemenang Suryanation Motorland dari Makassar) dan M Yusuf Adib Mustofa (pemenang The Greatest Bike Suryanation Motorland 2016) ini akan dimentori langsung oleh tiga juri Suryanation Motorland 2017: Bimo Hendrawan, Tommy Dwi Djatmiko, dan Lulut Wahyudi

“Proses pengerjaan Iconic Bike tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Iconic Bike Suryanation Motorland 2017 akan dibuat oleh para builder pemenang region tahun lalu. Mereka akan berkolaborasi dan akan mendapatkan arahan langsung dari para juri yang sudah berpengalaman di dunia custom.” jelas Ari Kusumo Wibowo, Brand Manager Surya PT. Gudang Garam Tbk.

Jika Achmad Setya Dharma dan Dian Tito dengan Bimo Hendrawan (Bimo Custombikes) sebagai mentor serta Onny Widiyayana dan Hendra Ardiansyah yang dimentori oleh Tommy Dwi Djatmiko (Mastom Custom) bakal meracik Moto Guzzi V7 II Stone, maka M. Yusuf Adib Mustofa akan berkolaborasi dengan Kaichiroh Kurosu (Cherry’s Company Jepang) yang bakal membangun motor berbasis Harley-Davidson. Mereka akan digawangi langsung oleh Lulut Wahyudi (Retro Classic Cycles).

“Proses pemilihan tema merupakan hal yang krusial karena setiap builder ini memiliki latar belakang custom yang berbeda-beda, hal itu merupakan sebuah tantangan tetapi ketika sudah menemukan suatu konsep hasilnya akan sangat luar biasa,” ujar Bimo Hendrawan.